China Kecam Laporan AS tentang Asal Usul Covid-19 Berbau Politik

Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan di Beijing, China, 1 Juli 2021. China akan menyumbang dua miliar dosis vaksin dan 100 juta dolar untuk membantu negara-negara berkembang. - Antara/Reuters
01 November 2021 09:47 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintahan China mengecam laporan versi terbaru intelijen AS tentang asal-usul pandemi Covid-19 dan menyebutnya berbau politis dan salah. Beijing mendesak Washington untuk berhenti menyerang China.

Tanggapan Kementerian Luar Negeri China datang beberapa hari setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional AS merilis versi lengkap dari temuannya dari tinjauan 90 hari yang diperintahkan oleh Presiden Joe Biden.

Keterangan dari China tersebut mengatakan bahwa badan intelijen AS tidak akan dapat memberikan penilaian yang lebih baik tentang apakah virus itu muncul melalui penularan dari hewan ke manusia atau kebocoran laboratorium.

Sementara itu, dikutip dari Channel News Asia, laporan intelijen AS menambahkan bahwa kerja sama China mungkin diperlukan untuk mencapai penilaian konklusif tentang asal-usulnya, meskipun menekankan bahwa Beijing terus menghambat penyelidikan global.

Teori kebocoran laboratorium yang selama ini muncul mengatakan virus itu menyebar dari fasilitas penelitian di Wuhan, pusat kota tempat penularan pertama kali dilaporkan. Menurut China, teori itu tetap tidak berdasar dan China telah berulang kali membantahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin menanggapi dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu lalu (31/10/2021) bahwa China telah menyatakan penentangan tegas terhadap temuan awal yang diterbitkan dalam laporan ringkasan pada bulan Agustus.

"Tidak peduli berapa kali laporan ini diterbitkan dan berapa banyak versi yang dibuat, itu tidak dapat mengubah sifat ini sepenuhnya politis dan salah," kata Wang.

Dia menambahkan bahwa fakta bahwa badan-badan intelijen disadap dalam upaya penelusuran asal adalah bukti kuat dari politisasi. Dia mendesak AS untuk berhenti menyerang dan mencoreng nama China.

Sumber : Bisnis.com