Advertisement
Mahfud MD Bantah Pernah Sebut Kemal Ataturk Penjahat
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meluruskan kesalahpahaman terkait pernyataannya terhadap tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk.
Adapun, nama Kemal Ataturk kini menghebohkan publik setelah dikabarkan akan diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Kebon Sirih.
Advertisement
Pasalnya, Ataturk yang dianggap sebagai ‘Bapak Bangsa Turki’, merupakan simbol sekularisme.
Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut Kemal Ataturk sebagai penjahat. Hal itu disampaikan Mahfud untuk mengklarifikasi pemberitaan tentang dirinya yang menyebut Ataturk sebagai penjahat.
“Jd dlm pidato sy di Surabaya itu sy berkata, orng2 yg tak setuju adanya Jl Ataturk bilang "Ataturk jahat, tak sebanding dgn Bung Karno". Ada pun sy mengatakan "Bung Karno prnh mengagumi dan mendukung Attaturk tp stlh berdebat dgn ulama2 Islam melahirkan kompromi Negara Pancasila,” cuitnya melalui akun Twitter @mohmahfmd, Senin (25/10/2021).
Lebih lanjut, dalam cuitan lainnya, eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini menceritakan bagaimana Presiden Soekarno begitu kagum dengan Ataturk yang sukses membangun negara Turki.
Pada 1938, kata Mahfud, Bung Karno tetiba menulis, "Kalau Indonesia merdeka kelak perlu meniru Turki yang dibangun oleh Kemal Attaturk, yakni, memisahkan agama dan negara. Sebab kalau agama dan negara disatukan keduanya akan mundur".
Namun, pendapat Bung Karno tersebut ditentang oleh tokoh nasionalis Islami, Mohammad Natsir.
“Perdebatan ttg konsep negara Islam dan negara sekuler antara Bung Karno dan Natsir Cs. itu bermuara di BPUPK dan PPK (perancang UUD dan pendiri negara) pd thn 1945. Hasilnya adl mendirikan Negara Pancasila yakni negara yg bukan negara srkuler tapi juga bukan negara agama,” kata Mahfud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
Advertisement
Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Dosen Unisa: Rencana Angkat Pegawai SPPG Jadi ASN Abaikan Keadilan
- BMKG Pastikan Gempa Bantul dan Pacitan Berasal dari Sumber Berbeda
- Wabup Kulonprogo Genjot Pendidikan dan Ekonomi demi Tekan Kemiskinan
- Kerja Bakti Massal Pemkot Jogja Sasar Bau dan Sampah Malioboro
- Pakar UGM: Kecanduan Gim Berisiko Picu Obesitas hingga Gangguan Mental
- Kelelawar dan Babi Sebarkan Virus Nipah, Ini Penjelasan Lengkap WHO
- Banjir Kabupaten Tangerang, 133 Ribu Warga Terdampak di 27 Kecamatan
Advertisement
Advertisement



