Advertisement
Faisal Basri: Sri Mulyani Jangan Melulu Setujui Proyek Politikus Pakai APBN
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Ekonom senior Faisal Basri menilai semestinya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengelola keuangan negara untuk kepentingan masyarakat luas dan tidak melulu menyetujui proyek politisi yang menggunakan APBN. Dia menyebut hal itu sebagai tindakan 'menghibur' politisi atau menteri yang akan melenggang pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Menurut Faisal Basri, salah satu kebijakan yang membuat dirinya naik pitam adalah terbitnya Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) 92/2021 tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2021. Aturan itu membuat sekitar sembilan juta peserta penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) tidak lagi menerima dukungan iuran dari negara, sehingga terancam menjadi peserta non aktif.
Advertisement
BACA JUGA : Kereta Cepat Tak Balik Modal hingga Kiamat, Kementerian
Di sisi lain, pemerintah tetap melaksanakan proyek-proyek besar yang menurut Faisal tidak tepat, seperti proyek food estate, pembangunan ibu kota baru, hingga proyek kereta cepat Jakarta–Bandung. Menurutnya, APBN yang ada semestinya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan semata-mata menguntungkan segelintir pihak.
"Ayo kita bicara hari ini yang realistis, konsisten. Kementerian Keuangan menurut saya fungsinya adalah rem, bukan mengiyakan semua yang diinginkan oleh para Menteri dan Presiden itu," ujar Faisal dalam dalam webinar Bincang APBN 2022 bertajuk Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, Senin (18/10/2021).
Menurutnya, beberapa tahun lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono berani menyampaikan penolakan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait rencana pembangunan monorel menggunakan APBN. Langkah serupa dapat dilakukan Sri Mulyani saat ini terhadap para politisi atau menteri lain.
Faisal menegaskan agar Sri Mulyani tegas dalam mengelola keuangan negara dan hanya fokus menggunakannya untuk kepentingan rakyat banyak. Menurutnya, Sri Mulyani harus tidak berkompromi dengan oligarki, agar potensi kekayaan di Indonesia tidak hanya dinikmati golongan elite, terlebih mereka yang berambisi melenggang di Pilpres 2024.
"Negara hari begini bikin food estate, menghasilkan singkong, kemahalan APBN-nya. Rakyat bisa bikin singkong tanpa food estate. Ayo fokus, penerimaannya ada kok. Namun, Kementerian Keuangan jangan entertain politisi, para menteri, yang kepentingannya banyak mau 2024 nanti," ujarnya.
BACA JUGA : Luhut Disebut Seperti Juru Bicara Investor Asing
Faisal pun menilai pemerintah kerap menyampaikan pengelolaan APBN seolah-olah tanpa cacat dan keuangan negara dalam kondisi baik. Faisal menilai bahwa hal tersebut membuat pesan yang sampai kepada masyarakat salah, karena orang-orang menjadi tidak mawas terkait berbagai risiko dari penggunaan uang negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Skema Jam Kerja Baru ASN Jogja Tertunda, Pemkot Tunggu Arahan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
- Anak Rentan Tumbang Akibat Kelelahan Arus Balik Jelang Masuk Sekolah
- Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
- Kasus Campak Nasional Anjlok Drastis hingga 95 Persen
- Bukan Sekadar Alternatif Susu Ini Keunggulan Susu Unta
- Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
- Wisatawan Bayar Dua Kali Lipat di Parangtritis, Ini Kata Dinpar Bantul
Advertisement
Advertisement







