Sepertiga Penerima Kartu Prakerja yang Sempat Menganggur Kini Sudah Bekerja

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menemui alumni Kartu Prakerja yang kini menjalankan bisnis Warkop Digital di Bogor, Jawa Barat - Warkop Digital
12 Oktober 2021 10:07 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sepertiga dari penerima Kartu Prakerja yang pada saat survei dilaksanakan pada Januari 2021 dalam status menganggur kini sudah bekerja. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. 

Berdasarkan hasil Survei Evaluasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, dari jumlah mereka yang berubah status menjadi sudah bekerja, menjadikan perbandingan antara pelaku wirausaha dan karyawan hampir berimbang.

“Proporsi hampir 50:50 antara mereka yang sebelumnya menganggur kemudian menjadi wirausahawan dan karyawan itu konsisten dengan data serupa pada 2020,” katanya dalam siaran pers, Senin (11/10/2021).

Denni mengatakan, hingga pelaksanaan gelombang 21, Program Kartu Prakerja telah menjangkau 11,4 juta penerima, yaitu 5,6 juta peserta pada 2020 dan 5,8 juga peserta pada 2021.

Rata-rata peserta program Kartu Prakerja mengambil dua pelatihan atau lebih, namun tercatat juga ada peserta yang menyelesaikan hingga 10 pelatihan dengan dana Rp1 juta yang tersedia.

Baca juga: Warga Sleman Lapor Polisi karena Lingkungan Rusak Ditambang, Sudah 9 Bulan Tak Ada Tindak Lanjut

“Yang seperti ini sangat kami apresiasi. Kami mendorong para penerima Prakerja untuk membeli pelatihan sebanyak mungkin sebelum 30 November 2021, ayo lengkapi skill kamu, dapatkan sertifikatnya, kemudian latihlah kemampuan itu secara berulang-ulang, karena akan memperkuat posisi teman-teman untuk melamar pekerjaan,” jelasnya.

Dia menyatakan, Program Kartu Prakerja merupakan inovasi pemerintah yang paling revolusioner dengan pendekatan end to end digital.

“Ini adalah harapan Indonesia untuk bisa memberikan akses pelatihan sekaligus lowongan pekerjaan berkualitas kepada angkatan kerja kita,” jelasnya.

Denni menekankan bahwa Program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan pada 2022, termasuk dengan persiapan-persiapan memasuki skema normal.

“Seiring nanti dimulainya pelatihan tatap muka, kami akan memperbaiki fitur-fitur yang ada. Misalnya, kalau sekarang Prakerja masih memakai web based, nanti akan memakai mobile apps dan banyak hal yang akan dikembangkan. Integrasi sistem dengan job portal juga menjadi prioritas penting,” katanya.

Sumber : bisnis.com