Advertisement

Ungkap Kasus Penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte, Bareskrim Periksa Sipir & Napi

Sholahuddin Al Ayyubi
Minggu, 19 September 2021 - 22:17 WIB
Sunartono
Ungkap Kasus Penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte, Bareskrim Periksa Sipir & Napi Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan) saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri memeriksa petugas keamanan atau sipir, narapidana dan sejumlah saksi lain terkait insiden penganiayaan yang diduga dilakukan oleh terpidana Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengemukakan alasan tim penyidik Bareskrim Polri memeriksa para saksi itu adalah untuk mencari alat bukti dan fakta hukum terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh tersangka Muhammad Kosasih alias Muhammad Kece.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

"Terkait kasus dugaan penganiayaan itu, tim kami sudah melakukan pemeriksan saksi dari napi dan sipir," kata Andi saat dikonfirmasi, Minggu (19/9/2021).

Sementara itu, pelaku penganiayaan yaitu Irjen Pol Napoleon Bonaparte hingga saat ini masih belum diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum. 

"Dia (Napoleon Bonaparte) menyusul nanti ya," kata Andi.

Dalam peristiwa tersebut, tersangka kasus tindak pidana penistaan agama melalui media sosial Muhammad Kece telah membuat laporan kepada Bareskrim Polri.

Laporan dengan nomor Polisi LP 0510/VIII/2021/ Bareskrim Polri ter tanggal 26 Agustus 2021 itu terkait penganiayaan yang dialami dirinya sendiri di dalam Rutan Bareskrim Polri.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya telah memperkuat vonis terhadap mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Dalam sidang yang berlangsung pada tanggal 21 Juli 2021 lalu, nasib jenderal polisi bintang dua itu berbeda dengan penyuapnya, Djoko Tjandra, yang hukumannya dipangkas menjadi 3,5 penjara.

BACA JUGA:  Kementerian BUMN Bersama Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah di Batulicin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Peringati Hari Lahir Bung Karno, Bakesbangpol DIY Gelar Sarasehan Pancasila bersama Pemuda

Jogja
| Kamis, 08 Juni 2023, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Restoran Jepang Sajikan Mi yang Lebarnya Mencapai 12 Sentimeter, Begini Cara Memakannya

Wisata
| Rabu, 07 Juni 2023, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement