Advertisement

MAKI Desak Presiden Jokowi Anulir Pemecatan 56 Pegawai KPK

Sholahuddin Al Ayyubi
Rabu, 15 September 2021 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
MAKI Desak Presiden Jokowi Anulir Pemecatan 56 Pegawai KPK Boyamin Saiman - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menganulir putusan Ketua KPK Firli Bahuri terkait pemecatan 56 pegawai KPK per tanggal 30 September 2021 nanti.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan bahwa hanya Presiden Jokowi yang berwenang untuk menganulir keputusan Ketua KPK Firli Bahuri terkait pemecatan 56 pegawai KPK. Pasalnya, kata Boyamin, KPK adalah instansi yang ada di bawah langsung Presiden Jokowi.

Advertisement

"Saya harap Presiden Jokowi menganulir putusan Ketua KPK itu, karena cuma Presiden yang dapat menganulir Ketua KPK," tuturnya kepada Bisnis, Rabu (15/9/2021).

Boyamin juga menyayangkan keputusan Ketua KPK Firli Bahuri yang memecat 57 pegawai KPK tersebut. Boyamin memprediksi kinerja KPK akan menurun setelah 57 pegawai KPK itu dihentikan.

BACA JUGA: Balecatur Akan Jadi Kaltana Ke-66 di Sleman

"Saya menyayangkan hal ini karena mereka orang baik yang membangun KPK selama ini. Jadi kalau Pimpinan KPK mau maju, orang-orang ini harusnya tidak diberhentikan," katanya.

Sebelumnya, KPK resmi memberhentikan 56 pegawainya yang tidak lolos penilaian alih status pegawai. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh para pimpinan KPK, Menkumham, MenpanRB, dan Kepala BKN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Khusus Libur Iduladha 15-18 Juni 2024

Jogja
| Sabtu, 15 Juni 2024, 05:47 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement