Jokowi Ingatkan Menhub, Varian Mu Jangan Rusak Capaian Penanganan Covid-19

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan PPKM Darurat di Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021 - Youtube: Sekretariat Presiden
07 September 2021 09:17 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau jajarannya untuk mewaspadai penularan varian baru Covid-19 yaitu varian Mu yang disebut-sebut kebal terhadap vaksin Covid-19.

Jokowi secara khusus meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk lebih memperhatikan mobilitas masyarakat dan mewaspadai penularan varian baru Covid-19.

BACA JUGA : Virus Corona Varian Mu Kebal Vaksin Covid-19 

"Saya juga ingin perhatian kita semuanya yang berkaitan dengan perhubungan, mungkin Pak Menteri Perhubungan, yang berkaitan dengan varian baru, varian Mu. Ini betul-betul agar kita lebih waspada dan detail. Jangan sampai ini merusak capaian yang sudah kita lakukan," kata Jokowi saat memimpi rapat terbatas terkait evaluasi PPKM di Istana Merdeka, Senin (6/9/2021) seperti dikutip dari Youtube Setpres.

Selain itu, Jokowi mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan virus Corona, khususnya varian Delta. Menurutnya, Covid-19 tidak mungkin hilang secara total, yang bisa dilakukan adalah mengendalikannya.

"Supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan. Sehingga masyarakat harus sadar bahwa Covid-19 selalu mengintip, varian Delta selalu mengintip kita. Begitu lengah, bisa naik lagi," ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga melihat bahwa kasus harian Covid-19 selama tiga hari kemarin mengalami penurunan. Tak hanya kasus harian, angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) secara nasional juga turun ke angka 20 persen.

BACA JUGA : Virus Corona Varian 'Mu' Kebal Vaksin Covid-19, Begini

Meski demikian, Presiden meminta jajarannya untuk tetap melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait perkembangan kasus Covid-19 di daerah. Hal tersebut penting dilakukan agar kasus Covid-19 dapat segera ditangani dan penyebaran kasus dapat terus ditekan.

"Saya minta nanti evaluasi mengenai daerah-daerah mana yang naik, daerah mana-mana yang menurun, penting sekali, sehingga perlu kita segera sikapi. Agar angka-angka yang terus menurun ini bisa kita tekan terus, terutama kasus aktif," ujarnya.

Jokowi menyebut kasus aktif Covid-19 di Indonesia sempat menyentuh angka 500.000 kasus dan pada Senin (6/9) di kisaran 150.000 kasus. Dia berharap dengan upaya-upaya penanganan yang telah dilakukan, angka kasus aktif bisa semakin turun.

"Ini kalau kita terus lakukan pekerjaan-pekerjaan kita secara konsisten, saya yakin insyallah di akhir September, kita akan berada di angka di bawah 100.000 [kasus aktif]," ucap Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, birus Corona Varian Mu kemungkinan memiliki sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa varian Mu atau istilah strain secara ilmiahnya dikenal sebagai B.1.621, pertama kali terdeteksi di Kolombia, pada Januari 2021 sebanyak 852 kasus, menurut inisiatif COVID GISAID.

Menurut data GISAID, strain tersebut kini telah terdeteksi setidaknya di 40 negara dan di 49 negara bagian di AS.

"Varian tersebut masih digolongkan Variant Of Interest (VOI), artinya varian yang perlu dikaji lebih lanjut apakah memberikan dampak dalam populasi terkait penularan dan tingkat laju penularannya," kata Nadia saat dihubungi Bisnis, Jumat (3/9/2021).

Telah diketahui bahwa varian Mu ini setidaknya menyumbang sebanyak 39 persen dari urutan yang diidentifikasi di Kolombia dan telah ditemukan di banyak negara lain seperti Peru, Uruguay, Bolivia, dan Paraguay.

BACA JUGA : WHO Pantau Varian Virus Corona Mu B.1.621 karena Sudah

Selain itu, varian ini juga muncul dalam wabah kecil di Spanyol, Prancis, dan Florida (AS). Nadia mengungkapkan langkah antisipasi yang dapat dilakukan akibat munculnya varian Mu yaitu dengan memperkuat pintu masuk negara.

"Perkuat pintu masuk negara khususnya untuk WNI/WNA dengan riwayat perjalanan ke Ekuador atau Kolombia, tetap dengan deteksi dini serta tetap melakukan monitoring pemeriksaan sekuensing genom," jelasnya.

Virus varian Mu ini memang telah ditetapkan sebagai varian yang diminati oleh World Health Organization (WHO) untuk penelitian lebih jauh karena memang belum ada cukup bukti yang mengatakan bahwa varian Mu mampu menghindari perlindungan dari vaksin virus Corona.

Namun, pada sebuah penelitian yang terbit dalam The Lancet Infectious Diseases pada 13 Agustus 2021 menunjukkan bahwa varian Mu memiliki dua kasus potensi lolos dari vaksin. Diungkapkan juga bahwa varian ini telah dilaporkan menunjukkan penurunan netralisasi oleh antibodi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia