Advertisement
Virus Corona Varian 'Mu' Kebal Vaksin Covid-19, Begini Tanggapan Kemenkes
Covid-19 Varian Mu - istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Corona Varian 'Mu' kemungkinan memiliki sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin Covid-19.
Juru Bicara Satgas Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa varian 'Mu' atau istilah strain secara ilmiahnya dikenal sebagai B.1.621, pertama kali terdeteksi di Kolombia, pada Januari 2021 sebanyak 852 kasus, menurut inisiatif COVID GISAID.
Advertisement
Menurut data dari GISAID, strain tersebut kini telah terdeteksi setidaknya di 40 negara dan di 49 negara bagian di AS.
Diungkapkan oleh seorang spesialis penyakit menular, Dr. Paúl Cárdenas, bahwa varian ini pertama kali dilaporkan di Kolombia pada Januari dan di Ekuador pada Mei.
"Varian ini pertama kali dilaporkan di Kolombia pada Januari dan kemudian kami menemukannya di Ekuador pada bulan Mei. Itu menarik perhatian kami karena memiliki beberapa mutasi yang mirip dengan Beta, dan beberapa dengan Iota, Delta, Alpha, dan Eta," ungkapnya pada akhir pekan silam.
Mengetahui hal tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menanggapi, "Varian tersebut masih digolongkan Variant Of Interest (VOI), artinya varian yang perlu dikaji lebih lanjut apakah memberikan dampak dalam populasi terkait penularan dan tingkat laju penularannya," jelasnya kepada Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat (3/9/2021).
Telah diketahui bahwa varian 'Mu' ini setidaknya menyumbang sebanyak 39 persen dari urutan yang diidentifikasi di Kolombia dan telah ditemukan di banyak negara lain seperti Peru, Uruguay, Bolivia, dan Paraguay. Selain itu, varian ini juga muncul dalam wabah kecil di Spanyol, Prancis, dan Florida (AS).
Nadia mengungkapkan langkah antisipasi yang dapat dilakukan akibat munculnya varian Mu yaitu dengan memperkuat pintu masuk negara. "Perkuat pintu masuk negara khususnya untuk WNI/WNA dengan riwayat perjalanan ke Ekuador atau Kolombia, tetap dengan deteksi dini serta tetap melakukan monitoring pemeriksaan sekuensing genom," jelasnya.
Virus varian 'Mu' ini memang telah ditetapkan sebagai varian yang diminati oleh World Health Organization (WHO) untuk penelitian lebih jauh karena memang belum ada cukup bukti yang mengatakan bahwa varian Mu mampu menghindari perlindungan dari vaksin virus Corona.
Namun, pada sebuah penelitian yang terbit dalam The Lancet Infectious Diseases pada 13 Agustus 2021 menunjukkan bahwa varian Mu memiliki dua kasus potensi lolos dari vaksin. Diungkapkan juga bahwa varian 'Mu' telah dilaporkan menunjukkan penurunan netralisasi oleh antibodi.
Varian Mu juga ditemukan memiliki mutasi lonjakan yang sama yang telah dikaitkan dengan respons vaksin yang melemah pada varian Beta.
Dengan munculnya varian ini, perlu digaris bawahi bahwasanya penting untuk melakukan arahan karantina dengan benar terhadap mereka yang baru saja bepergian ke luar negeri untuk menghindari penyebaran garis keturunan SARS-CoV-2 lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
- BNN Ingatkan Bahaya Whip Pink, Gas Tertawa Bukan untuk Gaya Hidup
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Advertisement
Viral Pedagang Sate Menangis di Malioboro, Satpol PP Beri Klarifikasi
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Pemerintah Siapkan Skema Bulanan Subsidi Energi 2026
- IKD Jadi Syarat Cetak Dokumen Kependudukan di ADM Kota Jogja
- Masker Sinar Merah Populer, Efeknya pada Kerutan Dipertanyakan
- Dugaan Keracunan MBG di Playen Gunungkidul, SPPG Siap Tanggung Jawab
- BMKG Pastikan Gempa Bantul Bersumber dari Sesar Opak
- Pemkab Bantul Siapkan Skema MBG Selama Ramadan 2026
- Mangga Madu Dinilai Mampu Menekan Kerutan Wajah Perempuan
Advertisement
Advertisement



