Advertisement

Setelah Vandalisme Disorot, Kini Poster Tempel Kritik Pemerintah Marak di Solo

Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Selasa, 07 September 2021 - 01:37 WIB
Sunartono
Setelah Vandalisme Disorot, Kini Poster Tempel Kritik Pemerintah Marak di Solo Petugas menghapus grafiti akibat aksi vandalisme pada rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (21/9). - Antara/Humas MRT Jakarta

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - Poster tempel yang berisikan konten kritikan terhadap pemerintah mulai bermunculan di sudut Kota Solo, Jawa Tengah.

Poster tersebut muncul setelah kasus vandalisme sebelumnya menjadi sorotan oleh pemerintah.

Dalam poster yang ditemukan di ujung Jalan Gatot Subroto tersebut diketahui bertuliskan kritikan terhadap pemerintah.

Kinerjanya diperbaiki, bukan kritikannya yang dibatasi,” tulisnya.

BACA JUGA : Tidak Semua Mural Dihapus Pemerintah, Ini Alasannya

Salah seorang pengemudi becak yang juga juru parkir, Mardi (55) mengaku tidak tahu menahu siapa menempelkan poster tersebut.

“Sudah sepekan lebih ada. Saya setiap hari mangkal di sini dan beberapa waktu lalu tiba-tiba sudah ada. Saya tidak tahu siapa pelakunya, karena kemungkinan besar ditempelnya malam hari,” ucapnya dilansir dari Solopos, Senin (5/9/2021).

Terkait dengan tulisan yang ada di dalam poster itu, Mardi juga tidak paham maksudnya.

“Saya bisa baca, tapi enggak paham maksudnya apa,” imbuhnya.

Selain di Jalan Gatot Subroto, poster tempel lainnya diketahui juga ditemukan di Jalan Diponegoro, Ngarsopuro.

Advertisement

Adapun narasi yang dituliskan dalam poster itu menyoroti terkait pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Berani membatasi, harus menghidupi. #GWSIndonesia, #Bansos? Luwe no sayang (lapar dong sayang)," tulisnya.

Seorang juru parkir yang berlokasi di kawasan tersebut, Bambang (34) mengaku tidak tahu pelaku yang menempelkannya.

Advertisement

Ia memprediksi, penempelan itu dilakukan pelaku pada malam hari.

Tanggapan Satpol PP

Terkait dengan maraknya poster bertuliskan kritikan terhadap pemerintah itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Arif Darmawan mengaku belum mendapatkan informasi.

Meski demikian, pihaknya akan bertindak jika poster tersebut merusak properti umum maupun pribadi.

Advertisement

BACA JUGA : Tiga Terduga Pembuat Mural di Jembatan Kewek Tidak

“Kalau mengotori tembok ya dilepas. Tapi susah sekali melepas tempelan itu, menempelnya lekat sekali. Biasanya kami timpa dengan cat langsung,” ucapnya saat dijumpai di Balai Kota, Senin.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Penerima Bantuan PKH Rawan Terjerat Pinjol Ilegal

Jogja
| Senin, 03 Oktober 2022, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement