PTM, Penyebab Klaster Covid-19 Varian Delta dari Guru ke Murid di AS

Guru mengajar muridnya di ruang kelas di SMK Negeri 7 Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/8/2021). Pemprov Jawa Timur memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di 2.536 SMA/SMK dan SLB di 20 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah menerapkan PPKM Level 2 dan 3, sedangkan di wilayah PPKM level 4 kegiatan PTM secara terbatas belum digelar. ANTARA FOTO - Didik Suhartono
31 Agustus 2021 09:47 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Jakarta sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Senin (30/8/2021). Bahkan di beberapa daerah di Indonesia sudah ada sekolah yang melangsungkan kembali kegiatan pembelajaran tatap muka.

Baru-baru ini, muncul laporan dari Amerika Serikat (AS) mengenai klaster Covid-19 di suatu sekolah akibat penularan dari guru ke murid.

Dikutip dari penjelasan dokter Adam Prabata @adamprabata pada Senin (30/8/2021), bahwa pada klaster varian Delta di AS, 50 persne atau 12 dari 24 siswa positif Covid-19.

Para siswa itu tertular Covid-19 dari guru. Selanjutnya, keluarga siswa yakni orangtua dan saudara kandung siswa.

Apa yang menyebabkan muncul klaster Covid-19 dari guru ke siswa dan orangtua?

Baca juga: PPKM Diperpanjang hingga 6 September, Jogja Masih Bertahan di Level 4

Menurut Adam, hal itu bisa jadi karena guru positif Covid-9 terkadang membuka masker di kelas, tetap masuk kerja padahal bergejala, belum divaksinasi.

“Tidak menggunakan masker di kelas terutama saat membaca dengan suara keras, sehingga menularkan ke muridnya,” ujar Adam.

Semestinya, guru yang sakit tidak mengajar (berada di rumah), tapi meskipun bergejala (sakit kepala, demam, hidung tersumbat, lelah) tetap bekerja.

Dikatakan, guru positif Covid-19 bisa jadi karena belum divaksinasi, dan risiko penularan pada orang yang belum divaksinasi lebih tinggi, termasuk di sekolah.

Adam menegaskan, untuk menghindari munculnya klaster Covid-19 di sekolah, maka guru dan siswa ajib memakai masker, mematuhi protokol kesehatan, dan guru yang sakit tidak mengajar atau di rumah saja.

 

 

Sumber : bisnis.com