Advertisement
Luhut Sebut Belum Ada Kasus Separah Covid dalam 100 Tahun Terakhir
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak dalam menangani pandemi Covid-19. Tidak boleh ada satu orang pun yang merasa paling pintar dan paling mengetahui terkait penanganan Covid-19.
"Sepanjang sejarah 100 tahun ini belum ada kasus seperti ini parahnya. inilah kasus yang penanganannya tidak boleh satu orang pun merasa dia paling tahu dan paling mengerti," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (16/8/2021).
Advertisement
Luhut pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19.
Dia mengatakan bahwa tren kasus Covid-19 di Jawa-Bali yang mulai menunjukkan perbaikan merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dengan berbagai pihak.
Luhut menyampaikan bahwa PPKM Level 4,3, dan 2 di Jawa Bali pada periode 7-16 Agustus 2021 menunjukkan hasil yang baik.
Dia menyebutkan, peningkatan kasus positif Covid-19 per 15 Agustus 2021 turun 76 persen jika dibandingkan dengan titik puncaknya. Sementara itu kasus aktif juga dilaporkan turun 53 persen.
Selain itu, Luhut mengklaim angka kesembuhan juga meningkat dan jumlah kematian terus mengalami penurunan.
Baca juga: Kalurahan Zona Merah di Sleman Tinggal Separuh
"Tentunya hal ini dapat dicapai berkat kerja sama semua, kerja sama para menteri, TNI, Polri, pimpinan lembaga, pemerintah daerah, ahli epidemiologi, akademisi, relawan dan dokter yang bekerja keras bersama-sama. Tidak hanya sekadar kritik, tapi mereka bekerja di lapangan dan memberi masukan-masukan untuk bersama mencari solusinya," ujarnya.
Luhut juga menegaskan bahwa perbaikan tren kasus Covid-19 berhasil dicapai berkat adanya arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selaku penanggung jawab tertinggi dan komandan tertinggi dalam penanganan Covid-19.
Lebih lanjut, Menko juga melaporkan melihat penurunan rasio positif dan jumlah pasien dirawat di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Luhut yang juga merupakan Koordinator Penanganan Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali ini menyatakan bahwa pemerintah belum sepenuhnya puas dengan capaian ini. untuk itu Pemerintah akan terus bekerja menuntaskan dan keluar dari badai Pandemi ini.
"Pemerintah juga terus berharap agar keterlibatan peran serta dan juga kesadaran masyarakat hari ini berperan penuh dalam terus menjaga Protokol Kesehatan utamanya dalam melakukan penggunaan masker, agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini," ujarnya.
Sementara itu, pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4,3, dan 2 di Jawa dan Bali pada 17-23 Agustus 2021.
“PPKM di Jawa Bali diperpanjang hingga 23 Agustus 2021,” ucap Luhut.
Luhut mengatakan bahwa perpanjangan PPKM dilakukan dengan pertimbangan diantaranya tren penurunan kasus positif, angka kesembuhan naik, dan angka kematian menurun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Sego Berkat Gunungkidul Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Fasilitas Publik Termasuk Sekolah di Bantul Pulih Seusai Gempa Pacitan
- Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
- Bantul Belum Pastikan Pagu Dana Desa 2026, Tunggu Mekanisme Penyaluran
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Draco Malfoy Jadi Ikon Imlek 2026 di China
- Petani Sewon Bantul Kendalikan Hama Padi Pakai Drone
- Diskon Transportasi Lebaran 2026 Capai Rp911 Miliar
Advertisement
Advertisement



