Advertisement
Prabowo Panggil Menteri Bahas Kondisi Ekonomi di Istana
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). ANTARA - Fathur Rochman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara untuk menghadiri rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026) siang.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa, Perry Warjiyo, Bahlil Lahadalia, Brian Yuliarto, Zulkifli Hasan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto.
Advertisement
Para pejabat tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memasuki area istana untuk mengikuti pertemuan bersama Presiden. Namun, sebagian besar pejabat mengaku belum mengetahui secara rinci agenda rapat terbatas tersebut.
Aries: Pangan dan Energi Aman
BACA JUGA
Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto mengatakan dirinya dipanggil untuk berdiskusi dengan Presiden, tetapi tidak merinci topik yang akan dibahas.
"Nggak tahu ya soal apa, dipanggil, tapi pasti ada. Oh ya, tentunya ada yang perlu kita diskusikan dengan beliau ya. Tapi pada prinsipnya kan semuanya baik-baik saja kan," kata Aries kepada awak media di kompleks istana.
Ia menegaskan kondisi pangan dan energi nasional saat ini dinilai aman dengan stok yang mencukupi.
"Ya pangan sudah tersedia semuanya. Energi, BBM juga nggak usah khawatir ya. Semuanya stok, sudah oke kan semuanya, tercukupi," ujarnya.
Aries juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Nggak ada masalahlah, fundamen ekonomi Indonesia kan kuat. Sudah disampaikan ke menteri-menteri yang lain kan. Saya rasa mungkin itu ya," katanya.
Pemerintah dan BI Perlu Koordinasi
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang erat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Purbaya.
Ia menambahkan koordinasi yang solid antara otoritas fiskal dan moneter akan membantu meredam gejolak pasar global.
"Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," katanya.
Rapat terbatas tersebut berlangsung secara tertutup di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Hingga berita ini dikirim ke meja sunting, belum ada keterangan resmi mengenai keputusan atau hasil dari pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







