Advertisement

Prabowo Panggil Menteri Bahas Kondisi Ekonomi di Istana

Newswire
Selasa, 10 Maret 2026 - 18:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Prabowo Panggil Menteri Bahas Kondisi Ekonomi di Istana Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). ANTARA - Fathur Rochman

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara untuk menghadiri rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026) siang.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa, Perry Warjiyo, Bahlil Lahadalia, Brian Yuliarto, Zulkifli Hasan, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto.

Advertisement

Para pejabat tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung memasuki area istana untuk mengikuti pertemuan bersama Presiden. Namun, sebagian besar pejabat mengaku belum mengetahui secara rinci agenda rapat terbatas tersebut.

Aries: Pangan dan Energi Aman

Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto mengatakan dirinya dipanggil untuk berdiskusi dengan Presiden, tetapi tidak merinci topik yang akan dibahas.

"Nggak tahu ya soal apa, dipanggil, tapi pasti ada. Oh ya, tentunya ada yang perlu kita diskusikan dengan beliau ya. Tapi pada prinsipnya kan semuanya baik-baik saja kan," kata Aries kepada awak media di kompleks istana.

Ia menegaskan kondisi pangan dan energi nasional saat ini dinilai aman dengan stok yang mencukupi.

"Ya pangan sudah tersedia semuanya. Energi, BBM juga nggak usah khawatir ya. Semuanya stok, sudah oke kan semuanya, tercukupi," ujarnya.

Aries juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Nggak ada masalahlah, fundamen ekonomi Indonesia kan kuat. Sudah disampaikan ke menteri-menteri yang lain kan. Saya rasa mungkin itu ya," katanya.

Pemerintah dan BI Perlu Koordinasi

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.

"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang erat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar Purbaya.

Ia menambahkan koordinasi yang solid antara otoritas fiskal dan moneter akan membantu meredam gejolak pasar global.

"Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," katanya.

Rapat terbatas tersebut berlangsung secara tertutup di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar yang tengah menjadi perhatian pemerintah.

Hingga berita ini dikirim ke meja sunting, belum ada keterangan resmi mengenai keputusan atau hasil dari pertemuan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pemda DIY Usulkan KA Bandara YIA Sampai Stasiun Maguwo, Ini Tujuannya

Pemda DIY Usulkan KA Bandara YIA Sampai Stasiun Maguwo, Ini Tujuannya

Jogja
| Selasa, 10 Maret 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement