Antam Raup Rp68,41 Triliun dari Penjualan Emas hingga September 2026
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Oximeter/Stanley Ng-Pexels
Harianjogja.com, JAKARTA - Oximeter semakin banyak dipakai semenjak pandemi Covid-19. Cara penggunaan oximeter yang baik dapat membantu Anda untuk mendapatkan hasil dan informasi yang maksimal.
Oximeter adalah alat untuk mengukur seberapa banyak oksigen yang masuk ke dalam paru-paru yang kemudian dibawa ke tubuh oleh sel darah yakni hemoglobin (Hb). Hemoglobin yang berkaitan dengan oksigen disebut dengan oksihemoglobin dan yang tidak berikatan dengan oksigen disebut dengan deoksihemoglobin. Perangkat ini digunakan dengan menjepit di bagian jari tangan, daun telinga, lalu kemudian kaki.
Untuk mengukur saturasi oksigen, oximeter menggunakan cahaya yang terdiri dari cahaya merah yang menyerap deoksihemoglobin dan cahaya inframerah yang menyerap oksihemogloin. Selain itu, oximeter juga menggunakan detektor untuk menangkap cahaya.
Oximeter menghitung saturasi oksigen dengan membandingkan berapa banyak cahaya merah dan cahaya inframerah yang kemudian diserap oleh darah, di pembuluh darah arteri yang diteruskan ke sensor kemudian dibaca dan ditampilkan ke monitor.
Hal yang dilihat dari oximeter adalah pulsasi pembuluh darah arteri yakni PR/HR (bpm), saturasi oksigen dalam SpO2 dalam bentuk persen, gambar grafik pulsasi, nilai rata-rata dari perfusi darah yakni dalam PI (perfusi index dalam persen), dan gambar daya baterai alat oximeter tersebut.
Oximeter dan hasilnya dipengaruhi dengan ada beberapa faktor, yakni sebagai berikut.
1. Jari yang dipasangkan di alat terhalang oleh cahaya
2. Posisi pemakaian oximeter yang tidak sejajar
3. Pasien mengalami hipotermi atau dingin
4. Tangan yang basah
5. Memiliki badan yang gemuk
6. Memiliki gangguan pada pembuluh darah
7. Kekurangan darah
8. Posisi badan yang bergerak
9. Ruangan yang terlalu banyak cahaya
10. Saturasi yang cukup rendah (yakni di bawah 75%)
11. Interferensi elektromagnetik
Untuk membaca oximeter, Anda dapat melihat dari grafik pulsasi untuk mendapatkan informasi mengenai saturasi oksigen. Jika nilai PI atau perfusi semakin tinggi (dengan nilai maksimal 10), maka akan semakin baik. Saturasi oksigen juga dapat dikatakan normal jika memiliki nilai PR/HR di antara 60 hingga 100, dan nilai Sp02 dengan nilai normal 95-100%.
Dilansir dari Healthline, jika hasil dari Sp02 lebih dari 89%, maka darah Anda telah membawa oksigen dengan baik. Jika sesekali kadar oksigen Anda berada di bawah 89% hal ini tidak diyakini dapat menimbulkan kerusakan. Namun, jika secara konsisten nilai oksigen Anda berada di bawah level tersebut, maka perlu bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter.
Untuk membeli oximeter, pastikan bahwa Anda melakukan beberapa tes sederhana untuk mengetahui apakah oximeter dapat berfungsi dengan baik. Anda dapat menahan nafas selama 3-5 detik dan melihat dari perubahan setiap indikasi informasi. Jika nilainya turun, maka oximeter dapat berfungsi dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.
Komisi A DPRD Jogja mendorong adanya kendala pemerintahan digital dan memperkuat audit eksternal untuk meningkatkan layanan publik.
Kapolres Sukoharjo AKBP Andhika Dharma Sena dan tiga personel dinonaktifkan serta diperiksa Propam Polri terkait penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Kajian Celios memperkirakan kerugian kesehatan akibat karhutla 2026 mencapai Rp224,65 triliun, dengan potensi 41,89 juta orang terdampak ISPA.