Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Pakai Sabu-Sabu, Mengapa?

Polisi menangkap pasangan artis, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie karena menggunakan sabu-sabu. - ilustrasi
08 Juli 2021 16:17 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie baru saja ditangkap oleh polisi karena menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditangkap polisi saat malam hari, karena mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Namun, polisi masih belum merincikan berapa banyak barang bukti ada. Apakah efek samping obat terlarang dikonsumsi pasangan artis ini?

Sabu-sabu adalah narkoba jenis methamphetamine. Methamphetamine adalah obat golongan stimulan saraf pusat yang sangat kuat, karena memiliki kemampuan zat kimia yang bisa merangsang otak.

BACA JUGA : Nia Ramadhani Ditangkap Polisi Diduga Terkait Narkoba, Ini Unggahan Terakhir di Medsos

Saat mengonsumsi sabu-sabu, otak dirangsang untuk mempercepat menghasilkan hormon kebahagiaan lebih cepat yakni hormon dopamin, serotonin, dan norepinefrin.

Tidak bisa dipungkiri, sabu-sabu yang dikonsumsi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bisa menyebabkan rasa bahagia yang berlebihan, adanya semangat, detak jantung dan tekanan darah meningkat, energi memuncak, nafsu makan menurun, dan sulit untuk tidur.

Sudah bukan rahasia umum, mengonsumsi sabu-sabu bisa menyebabkan kecanduan, bila tidak dihentikan. Sebab ada zat methamphetamine yang bisa membuat pengguna kecanduan, dan merasakan beragam gejala negatif saat tidak mengkonsumsi obat ini.

BACA JUGA : Geger, Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie Ditangkap Polisi

Akibat rasa kecanduan ini, pengguna seperti Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie akan terus terstimulasi untuk kembali mengkonsumsi obat ini lagi dan lagi, dengan dosis yang semakin ditingkatkan

Namun, jika mengonsumsi sabu-sabu berlebihan maka akan menimbulkan beragam efek samping, seperti gemetaran dan gagap saat bicara.

Selain itu, efek samping lain yakni pusing, nyeri kepala, muntah, diare, nyeri perut, mulut kering, gangguan tidur, sesak napas, hiper atau hipotensi, aritmia, rhabdomyolisis, dan sebagainya pun juga bisa muncul.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia