Sentimen MSCI Tekan Nilai Tukar Rupiah, Dolar AS Tembus Rp18.021
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
Obat ivermectin disebut-sebut sebagai obat Covid-19./www.alodokter.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Ivermectin memiliki efek samping cukup kuat dan berisiko tinggi pada janin di dalam kandungan ibu. Obat cacing yang sedang menjadi pembicaraan di Indonesia ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekolog Ari Kusuma Januarto menjelaskan mengapa Ivermectin tidak direkomendasikan untuk ibu hamil yang terpapar Covid-19.
“Namanya obat cacing, tidak direkomendasikan lah ya. Baik untuk anak kecil maupun ibu hamil itu terus terang memang belum direkomendasikan yang namanya Ivermectin ini,” kata dokter Ari yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Obstertri Ginekolog Indonesia (POGI) dalam jumpa pers virtual, Jumat (2/7/2021).
Di samping itu, di Indonesia penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 secara umum pun masih dalam tahapan uji klinis. Belum ada data yang pasti menunjukkan obat-obatan itu aman dan efektif untuk melawan virus SARS-CoV-2.
Sekjen POGI dokter Budi Wiweko juga tidak merekomendasikan Ivermectin karena saat ini pembuktian efektivitas obat cacing itu masih berupa konklusif.
Selain itu, pemberian dosis tinggi masih belum diketahui efek samping lainnya, khususnya pada saat obat itu dimasukkan ke dalam tubuh.
“Kalau di luar tubuh memang terlihat efektif ya, tapi ketika masuk di dalam tubuh atau invivo itu yang ditakutkan adalah pemberian dosisnya ya. Dosis terapinya itu apakah memberikan efek samping yang cukup tinggi,” kata dokter Budi Wiweko.
Dia mengungkapkan memang secara penelitian di luar tubuh atau invitro ditemukan hasil bahwa Ivermectin berhasil menghambat replikasi virus SARS-CoV-2 dengan tingkat keberhasilan 98 persen.
Namun untuk penggunaan langsung di dalam tubuh, efektivitas penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 masih dalam tahap penelitian.
Masyarakat sebaiknya tidak sembarangan membeli Ivermectin dan menggunakannya karena membutuhkan dosis yang tepat dari tenaga medis.
Di Indonesia ada delapan rumah sakit yang terlibat dalam proses uji klinis Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.
Sementara sebagian besar menunjukkan hasil yang baik dan merekomendasikan pengobatan dengan obat asal Amerika tersebut. Namun, sebagian kecil ada juga yang tidak merekomendasikan.
“Jadi masih berupa konklusi, lebih baik kita tunggu hasilnya. Mudah-mudahan dalam waktu 2 - 3 bulan hasil percobaan klinisnya sudah bisa keluar,” kata dokter Budi.
Sebelumnya, sekitar seminggu terakhir Ivermectin ramai diperbincangkan karena dianggap efektif mengobati pasien Covid-19.
Meski demikian, penggunaannya sangat memerlukan pemantauan dokter.
BPOM (Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan) telah menyampaikan agar masyarakat tidak membeli secara sembarang obat Ivermectin khususnya di platform online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.
Frosinone vs Sassuolo di Serie A: simak jadwal, kondisi pemain, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua tim meraih kemenangan.
Radithya Bayu Wardhana lolos ke semifinal BWF World Junior Championships 2026 usai mengalahkan wakil Malaysia dengan skor 15-8 dan 15-11.
Ingin menyembunyikan status online di Instagram? Simak cara mematikan tanda aktif dan Last Seen melalui pengaturan aplikasi.
NCT DREAM dikabarkan merilis album keenam DREAM AFTER DREAM pada 9 November 2026. Album ini disebut berisi 10 lagu dengan Boogie Woogie sebagai lagu utama.
Pemkot Jogja menaikkan tarif parkir kawasan II dan III. Motor menjadi Rp2.000 dan mobil Rp5.000 untuk mendukung pendapatan daerah.