GeNose Disebut Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata DPR

Petugas memberikan arahan sebelum mencoba tes Covid-19 dengan alat GeNose C-19 pada uji coba, di anjungan LRT Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (26/3/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n
28 Juni 2021 15:17 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – GeNose menjadi alat pendeteksi virus Covid-19 termurah di antara alat pendeteksi lainnya seperti Swab Antigen.

Namun belakangan alat deteksi Covid-19 yang dipakai pada transportasi umum ini dianggap menjadi penyebab melonjaknya kasus harian Covid-19. Padahal, dengan harga yang terjangkau, alat screening ini adalah solusi masyarakat yang butuh bepergian.

Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu menanggapi adanya desakan agar penggunakaan GeNose dihentikan dulu. Menurutnya, kementerian Kesehatan sudah memberikan izin penggunaan GeNose.

"Genose dengan harga yang terjangkau dibandingkan antigen menjadi bukti bahwa negara hadir untuk semua rakyat tidak hanya untuk si kaya saja. GeNose diizinkan digunakan pasti ada prosesnya, apalagi dari Kemenkes juga sudah kasih izin," katanya dikutip Senin (28/6/2021).

Ketika GeNose ditiadakan, lanjut dia, yang paling terpukul sebenarnya rakyat kecil karena mereka tetap harus beraktivitas untuk mencari nafkah di tengah melonjaknya kasus Covid-19 saat ini.

Baca juga: Bahaya, Ancaman Long Covid-19 Bisa Terjadi Pada Anak-anak

Menurutnya, perjalanan yang berbiaya tinggi berpotensi memukul perekonomian di bidang transportasi maupun pariwisata dan lainnya.

Menurutnya, GeNose bukanlah penyebab lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Jika menjadi penyebab lonjakan kasus, maka dia menilai seharusnya lonjakan terjadi setidaknya 1 atau 2 bulan setelah GeNose dipergunakan luas oleh masyarakat.

"Nah faktanya bulan Maret dan April justru kasus Covid Indonesia justru pada titik terendah sepanjang pandemic, landai sekali," kata Adian.

Dengan demikian, ia menilai penyebab meningkatnya Covid 19 bukan dikarenakan GeNose tetapi disebabkan rendahnya kedisiplinan rakyat, lemahnya kontrol aparat, dan kurang masifnya upaya pencegahan yang dilakukan.

"Saya melihat mereka yang mengkambinghitamkan GeNose tanpa data bisa jadi hanya menduga duga. Hanya dapat dari katanya atau infonya tanpa pegang data yang valid. Atau bisa juga bagian dari kelompok yang memiliki kepentingan politik maupun bisnis,"ungkapnya.

Sumber : bisnis.com