Pidato Jokowi Soal Covid-19 Dinilai Andi Arief Gagal dan Mengecewakan

Presiden Joko Widodo membuka Pesta Kesenian Bali ke-43, secara virtual, Sabtu (12/06 - 2021) / Youtube Setpres
24 Juni 2021 07:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menganggap ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan perkembangan kasus positif Covid-19 di Indonesia mengecewakan dan hanya mengulang pidato usang yang terbukti gagal.

Menurutnya, tidak ada kebaruan informasi atau upaya pemerintah yang disampaikan Jokowi yang disiarkan secara daring melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).

Pidato Presiden merespon perkembangan amuk Covid sangat normatif. Mengulang berbagai pidato yg usang dan terbukti gagal. Tidak ada yang baru, mengecewakan,” cuitnya melalui akun Twitter @Andiarief_, Rabu (23/6/2021).

Adapun, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kenaikan kasus positif yang signifikan berimbas pada peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Sebagai solusi, Jokowi meminta agar penegakkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro benar-benar ditegakkan oleh pemerintah daerah.

Dia menilai PPKM berbasis mikro adalah upaya penanganan Covid-19 yang paling tepat untuk diterapkan di Indonesia karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat. Pemerintah juga menolak usulan lockdown yang digaungkan oleh para ahli kesehatan.

Kendati demikian, Jokowi tetap menyambut baik semua masukan terkait penanganan pandemi dari berbagai elemen masyarakat. Selain penegakkan PPKM mikro, Jokowi juga meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna memutus laju penularan Covid-19.

“Pemerintah telah menerima banyak masukan dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan baik pribadi, kelompok atau masyarakat, termasuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com