Klaster Pernikahan, 89 Warga Madiun Positif Covid-19

Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO - Umarul Faruq
15 Juni 2021 06:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MADIUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengevakuasi ke RSUD Dolopo sebanyak 89 warga yang dinyatakan positif Covid-19 hasil tes cepat antigen di Desa Bantengan dan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang merupakan klaster hajatan desa setempat.

"Tugas pertama adalah melokalisasi agar tidak terjadi penularan yang lebih luas. Puluhan warga tersebut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau tes swab dan isolasi di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami di sela kegiatan evakuasi, Senin (14/6/2021) malam.

Menurut dia, puluhan warga tersebut sedianya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing usai dites cepat antigen dan hasilnya positif.

Namun, Ahmad Dawami mengambil tindakan tegas dengan mengevakuasi puluhan warganya yang dicurigai terpapar positif Covid-19 tersebut demi mengantisipasi penularan yang meluas.

"Karakter warga sini, isolasinya tidak diam di rumah masing-masing. Hal itu jelas berisiko terjadi penularan ke warga lainnya. Karenanya harus isolasi di rumah sakit. Lagi pula ada yang mengalami gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala," katanya.

Untuk mengevakuasi puluhan warga tersebut, Pemkab Madiun telah mengerahkan sebanyak 26 unit mobil ambulans yang didatangkan dari sejumlah puskesmas di wilayah setempat.

Sesuai data, dari 89 warga yang dievakuasi tersebut, sebanyak 66 orang merupakan warga Dusun Bulurejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu yang menghadiri acara hajatan pernikahan.

Sedangkan 22 orang lainnya merupakan warga Dusun Kedungrejo, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu yang merupakan kontak erat dari kegiatan hajatan tersebut.

Sementara, satu warga lainnya merupakan anak kecil, yang belum menjalani pemeriksaan tes cepat. Namun, karena mengalami gejala batuk, pilek, dan sesak napas, maka juga turut dievakuasi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Madiun menemukan hasil sebanyak 66 orang positif atau reaktif saat melakukan tes cepat antigen terhadap ratusan warga di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (13/6/2021).

Tes cepat antigen itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti ratusan warga desanya yang mengalami gejala Covid-19 setelah menghadiri hajatan pernikahan salah satu warga setempat pekan kemarin.

Setelah dilakukan "tracing" oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun, diperoleh tambahan 22 warga yang hasil tes cepat antigennya juga positif karena merupakan kontak erat.

Puluhan warga tersebut kini dievakuasi dan menjalani isolasi di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun.

 

 

Sumber : Antara