Daftar Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP, Vivo, Shell
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Laut Banda/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Inti bumi memiliki peran untuk melindungi planet dari angin dan radiasi Matahari yang cukup berbahaya. Besi yang berputar di inti luar bumi menghasilkan medan magnet yang mengelilingi planet kita, yakni gravitasi. Namun menurut studi baru, kini inti dalam bumi telah tumbuh secara miring
Berdasarkan studi yang diterbitkan di dalam jurnal Nature Geoscience, inti di dalam bumi tumbuh secara miring. Separuh bola tersebut yakni separuh timur di bawah Laut Banda Indonesia, menghasilkan kristal besi sebanyak 60% lebih banyak dibandingkan pada posisi barat, yakni terletak di bawah brasil.
Sebelumnya, Inti dalam bumi tersebut selalu bertumbuh yakni bertambah satu milimeter setiap tahunnya, ketika porongan besi cari di inti luar tersebut mendingin, dan kemudian mengeras sehingga menjadi kristal besi.
Walaupun suhu di dalam inti bumi sangat panas dan dapat melelehkan besi, namun tekanan yang cukup kuat di dalam planet dapat mencegah kristal tersebut menjadi mencair. Walaupun Bumi juga telah berusia 4 miliar tahun, para ahli menduga inti bumi terbentuk pada 1,5 miliar tahun yang lalu.
Tim Frost, menciptakan sebuah model komputer untuk mengetahui pertumbuhan inti tersebut, dan menemukan sifat miringnya baru muncul ketika inti di dalamnya terbentuk. Pertumbuhan inti yang miring ini mungkin juga berdampak pada medan magnet bumi dan gravitasi juga memiliki peran dalam mengkompensasi pertumbuhan asimetris ini untuk mendorong kelebihan kristal, sehingga bumi tetap memiliki fisik seperti bola.
BACA JUGA: Covid Melejit, Ini Aturan Baru untuk Zona Merah di Indonesia
Dari penelitian, Tim Frost masih belum mengetahui secara spesifik mengapa kristal besi tersebut dapat terbentuk secara merata. Namun hal yang diasumsikan adalah adanya pengaruh dari lapisan diatas inti bumi tersebut, yakni di mana lempeng tektonik tersebut mengapung. Ketika satu lempeng mendorong ke atas, menunjam, atau tenggelam, terdapat lempeng subduksi yang mendinginkan area di luar inti.
Dari fenomena ini, maka bisa saja dapat mempengaruhi dalam aspek gravitasi bumi, dan bisa saja berdampak pada energi pada bumi sehingga dapat berputar, yang juga menjadi sebagai energi dalam melindungi bumi. Hingga saat ini, Tim Frost juga belum yakin bahwa fenomena ini akan mengubah kekuatan magnet, dan akan menyelidiki jawabannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM 6 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Sejumlah BBM nonsubsidi naik, sementara Pertalite tetap Rp10.000.
Jadwal KSPN Jogja 13 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.