Advertisement
AS Bakal Siapkan 500 Juta Dosis Vaksin Pfizer–Biontech untuk 100 negara
Presiden Chile Sebastian Pinera melihat ke arah pekerja yang membawa kotak vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 ke helikopter, di Bandara Internasional Santiago, Chile, Kamis (31/12/2020). - Antara/Reuters\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joe Biden mencapai kesepakatan dengan pembuat vaksin Amerika Serikat (AS) untuk memberikan 500 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 100 negara pada tahun depan. Pernyataan dari Gedung Putih itu keluar saat Biden melakukan persiapkan putaran pertemuan puncak dengan para pemimpin Eropa.
Biden berada di bawah tekanan untuk berbuat lebih banyak agar vaksin AS tersedia untuk negara-negara miskin. Biden akan mengumumkan rencana tersebut pada pertemuan puncak tiga hari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yang akan diadakan di Cornwall, Inggris mulai hari ini.
Advertisement
Ketika ditanya oleh seorang reporter saat dia menaiki peswat kepesidenan Air Force One untuk penerbangan ke Inggris terkait strategi vaksinasi untuk dunia, dia mengatakan sudah punya.
"Saya punya satu, dan saya akan mengumumkannya," kata Biden terkait rencana tersebut.
AS akan membayar harga "nirlaba" kepada Pfizer dan BioNTech untuk pasokan vaksin sebanyak 200 juta dosis untuk didistribusikan tahun ini, dan 300 juta lagi pada pertengahan tahun depan, menurut laporan The New York Times seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (10/6/2021).
Dosis vaksin Covid-19 akan dibeli oleh pemerintah AS dan kemudian disumbangkan ke 92 negara berpenghasilan rendah dan Uni Afrika pada tahun depan, menurut laporan sejumlah media termasuk The Associated Press dengan mengutip sumber tanpa nama yang mengetahui masalah tersebut.
Upaya mengatasi disparitas ketersediaan vaksin antara negara industri kaya dan negara berkembang yang lebih miskin kini menjadi agenda utama G7.
Bahkan ketika sejumlah besar populasi AS dan Inggris telah menerima vaksin dan kasus Covid-19 mulai menurun, pandemi terus mengamuk di tempat lain seperti di Brasil dan India yang mencatat sejumlah besar kematian.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 11 miliar dosis akan dibutuhkan untuk memvaksinasi penduduk global.
Pekan lalu, Biden berjanji untuk berbagi 80 juta dosis vaksin dengan negara-negara lain, yang sebagian besar akan didistribusikan oleh Covax, sebuah aliansi global dari lembaga multilateral.
Saat ini Biden sedang berjuang untuk memenuhi target agar 70 persen orang dewasa AS divaksinasi sebelum 4 Juli atau pada Hari Kemerdekaan negara itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Kejari Bantul Periksa Pihak Bank Terkait Dugaan Korupsi di Wonokromo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Kebakaran Rumah di Kasihan Bantul, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Libur Nataru, Tol Jogja-Solo Jadi Ruas Tersibuk di Regional Nusantara
- Prabowo Ungkap Alasan Retret Kabinet di Hambalang Awal 2026
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Big Match Liga Inggris: Arsenal vs Liverpool di Emirates
Advertisement
Advertisement




