Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pasca libur panjang termasuk libur Hari Raya Idulfitri, transmisi Covid-19 kembali menguat. Setidaknya ada 4 varian Covid-19 lokal yang beredar di Indonesia.
Mobilitas masyarakat yang tinggi dapat menyebabkan penyebaran varian baru Covid-19, yang telah masuk ke Indonesia. Melansir dari Indonesia.go.id, sampai akhir Mei 2021 tercatat 60 kasus Covid-19 dengan 4 varian baru.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Profesor Amin Soebandrio mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia masih didominasi oleh varian lokal. Keempat varian baru yang lahir di Indonesia, diantaranya varian Bekasi, Surabaya, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan varian Jakarta.
“Mungkin benar ini made in Indonesia, tetapi untungnya tidak masuk variant of interest atau variant of concern, tampaknya mereka baik-baik saja,” kata Amin, dikutip Rabu (9/6/2021).
Baca juga: Siap-Siap! Pedagang Pasar Bantul Divaksin Pekan Ini
Lebih lanjut, Amin menjelaskan varian baru yang paling dominan mengendalikan transmisi Covid-19 di Indonesia saat ini adalah varian B-1.466.2, yang kali pertama ditemukan 12 November 2020 lalu di Bekasi. Varian Bekasi ini telah ditemukan di 22 provinsi, termasuk provinsi di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Kemudian, Varian B-1.470 yang ditemukan di Kota Surabaya 9 April 2020 menjadi sosok dominan kedua dalam urusan transmisi. Jakarta juga tak kalah melahirkan variannya sendiri, yakni B-1.1.398. Varian ini pertama kali dijumpai pada 5 Juni 2020.
"Varian ini memiliki sepotong asam nukleat yang sama dengan mutasi varian Afrika Selatan, yakni E-484-K," imbuhnya.
Varian yang ke-4, menurut Amin, adalah B.1.459 yang pertama kali ditemukan di NTB pada 1 Juni 2020. Varian ini punya L-452-R, persis pada varian India, sekaligus P-682-R seperti di varian Inggris.
Keempat varian lokal Indonesia itu diduga berasal dari Covid-19 generasi pertama di Asia.
"Cirinya adalah segmen mutasi D-614-G. Dari sekitar 1.850 perunutan genomik di Indonesia, lebih dari 1.600 sampel mengandung D-614-G," ujar Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.