Pembangunan Fisik Tol Jogja-Solo Segera Dimulai

Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). - JIBI/Solopos.com/Ponco Suseno
31 Mei 2021 21:17 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Proyek fisik Tol Jogja-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, segera bergulir. Proyek fisik direncanakan diawali dari wilayah Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksana Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho, mengatakan proyek fisik jalan tol Solo-Jogja di wilayah Jawa Tengah dimulai dari wilayah Kartasura. Dalam waktu dekat, proyek fisik di Klaten dimulai. “Pengerjaan fisik mulai April sudah ada SMPK [surat perintah mulai kerja] dari PT Adi Karya dimulai dari Kartasura. Kemudian di Klaten dalam waktu dekat,” kata Christian saat ditemui di sela musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Jumat (28/5).

Christian menuturkan proyek fisik di wilayah Klaten diperkirakan dimulai dalam dua bulan mendatang. Proyek fisik tol Solo-Jogja di Klaten diawali dari wilayah Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.

“Dalam waktu dekat bisa masuk ke Kuncen satu atau dua bulan lagi. Prosesnya menunggu pembebasan lahan di Kuncen selesai. Untuk Kuncen sudah ada musyawarah dan sudah pengajuan ke LMAN [Lembaga Manajemen Aset Negara]. Tinggal menunggu surat keputusan. Setelah ada surat keputusan, dilakukan pembayaran ganti kerugian dan fisik sudah bisa masuk ke sana [Kuncen],” ujar doa dia.

Alasan proyek fisik di Klaten diawali dari Kuncen lantaran daerah tersebut bakal menjadi lokasi exit toll untuk simpang susun yang direncanakan dibangun di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo.  “Kuncen kan menjadi titik exit toll menunju ke jalan nasional. Proyek fisik diawali dari Kuncen agar bisa memasukkan material ke sana. Pengerjaan nanti diutamakan untuk simpang susun Polanharjo karena di sana sudah ada pembebasan lahan,” kata dia.

Christian menuturkan PPK sudah mengimbau agar lahan yang sudah dibebaskan tak lagi digunakan untuk bercocok tanam.

“Sudah disampaikan sebelumnya karena konstruksi dalam waktu dekat dimulai, masyarakat sudah tidak bisa lagi menanam bagi pemilik lahan sebelumnya yang sudah menerima ganti kerugian. Kalau memang masih ada padi yang sudah menguning, tetap ditunggu dulu sampai panen. Untuk yang masih dalam proses musyawarah, kalau lahan mau ditanami tidak apa-apa karena haknya masih berada pada mereka [warga terdampak tol],” kata dia.

Christian menuturkan proses pengadaan lahan untuk jalan Tol Jogja-Solo di wilayah Klaten masih terus berjalan. Pembebasan lahan ditargetkan rampung pada 2022 mendatang.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat, mengatakan BPN hanya berwenang dalam tahap pengadaan lahan. Sementara itu, pelaksanaan proyek fisik jalan tol ditangani oleh PT Jogjasolo Marga Makmur yang merupakan badan usaha jalan tol untuk ruas jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo.

Klaten menjadi daerah terpanjang yang dilalui ruas jalan Tol Jogja-Solo. Dari total panjang jalan tol Solo-Jogja sekitar 35,6 km, sekitar 30 km jalan tol berada di wilayah Klaten.

Sementara itu, di sepanjang jalan tol Solo-Jogja direncanakan ada lima simpang susun. Dari lima simpang susun itu, tiga diantaranya berada di Klaten yakni Simpang Susun (SS) Karanganom yang berlokasi di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo; SS Klaten di Desa/Kecamatan Ngawen, dan SS Prambanan-Manisrenggo yang berlokasi di wilayah Kecamatan Jogonalan.

Selain ada tiga simpang susun, rencananya ada dua rest area di wilayah Klaten yang masing-masing berada di utara jalan tol dan selatan jalan tol. kedua rest area itu berada di wilayah Kecamatan Karangnongko dan Kecamatan Ngawen.

Sumber : JIBI/Solopos