Jadwal Pemakaman Ali Khamenei, Prosesi Berlangsung hingga 9 Juli
Iran menetapkan rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada 4–9 Juli 2026 di Teheran, Qom, dan Mashhad.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAKARTA - Publik dihebohkan dengan temuan 97.000 data pegawai negeri sipil/PNS misterius dan orangnya tidak diketahui meskipun terus mendapatkan gaji dan tunjangan. Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Paryono menjelaskan terkait hal tersebut.
Ia menyebut, mereka yang disebut misterius itu bisa muncul karena banyak PNS belum melakukan pendataan ulang.
Ia menyebut ada 90.000 lebih pegawai yang tidak mengikuti Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil/PUPNS dengan alasan akses informasi, sedang tugas belajar, sakit dan lain-lain. Alhasil hal tersebut berpengaruh terhadap pendataan PNS.
"PNS yang tidak mengikuti PUPNS datanya mandek, tidak bisa diakses dan tidak bisa berkembang," kata Paryono saat dihubungi, Senin (24/5/2021).
Baca juga: 476 Pemudik Positif Covid-19 Saat Kembali ke Jakarta, Pos Penyekatan Diperpanjang
Sebanyak 97 ribu data misterius itu ditemukan dari pendataan ulang PNS pada 2014 lalu. Selain itu, mereka juga tidak bisa melakukan apapun terkait dengan mutasi, kenaikan pangkat, ataupun urusan pensiun. Meski demikian, jumlah data misterius itu kemudian sudah berkurang karena adanya PUPNS susulan.
Akan tetapi, Paryono juga tidak menampik kalau masih ada data misterius yang memang jumlahnya belum bisa diketahui.
"Yang tidak misterius, ya, mereka yang mengajukan ke BKN untuk mengkatifkan datanya, yang tidak mengaktifkan data ini yang tidak kita ketahui," tuturnya.
Untuk menindaklanjutinya, BKN sudah membuat surat ke seluruh instansi beserta datanya untuk segera memeriksa pegawainya yang tidak ikut PUPNS.
Sebelumnya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengungkap adanya hampir 100 ribu data PNS yang misterius. Mereka mendapatkan gaji namun sosoknya malah \'gaib\'.
Baca juga: Mulan Jameela Sebut Verifikasi Data Penerima Elpiji 3 Kg Selalu Bermasalah
"Ternyata hampir 100 ribu, 97 ribu data misterius. Dibayar gajinya, bayar iuran pensiunan tapi enggak ada orangnya," kata Bima dalam acara Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri yang disiarkan melalui YouTube, Senin (24/5).
Data tersebut dikatakannya diperoleh saat pihaknya melakukan pendataan ulang PNS pada 2014. Pemutakhiran data sendiri baru dilakukan dua kali sejak 2002 dengan melakukan sistem manual.
Bima menyebut butuh biaya yang besar untuk melakukan pendataan data PNS. Dengan proses pemutakhiran yang berbiaya mahal dan lama itu maka tidak menghasilkan data sempurna bahkan yang dipalsukan.
Setelah adanya temuan tersebut, pihaknya pun mengajukan diri untuk daftar ulang sebagai PNS. Seperti tahun ini, di mana BKN akan mencoba mengubah sistem pemutakhiran data agar bisa dilakukan setiap waktu.
"Kami hanya kelola dan jaga kerahasiaan data tapi mutakhir data itu jadi milik dan kewajiban ASN itu. Kami akan me-launching aplikasi MYSAPK untuk mutakhirkan data mandiri," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Iran menetapkan rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada 4–9 Juli 2026 di Teheran, Qom, dan Mashhad.
Spanyol menghadapi debutan Tanjung Verde pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta, Amerika Serikat.
Huawei memperkenalkan HarmonyOS 7 dengan desain transparan bergaya kaca, integrasi AI yang lebih dalam, serta peningkatan fitur keamanan.
DPRD Batang mendukung pemberian bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali Porprov 2026 meski pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran.
Aki soak, kiprok rusak, dan kabel putus menjadi masalah kelistrikan motor yang paling sering terjadi. Kenali gejala dan cara mencegahnya.
Donald Trump memicu perdebatan dengan menyebut sepak bola seharusnya disebut football di Amerika Serikat, bukan soccer, di tengah Piala Dunia 2026.