Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang "Pacul" Wuryanto, saat memberi pengarahan kepada kader PDIP di Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021). /Ist-Humas DPD PDIP Jateng.
Harianjogja.com, SEMARANG – Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu), Bambang “Pacul” Wuryanto, menyebut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, terlalu berambisi mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) atau nyapres pada Pilpres 2024.
Ambisi itu pun membuat DPD PDIP Jateng berseberangan dengan Ganjar. Bahkan, sikap itu ditunjukkan DPD PDIP Jateng dengan tidak mengundang Ganjar dalam kegiatan Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya yang dihadiri Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, di Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021).
BACA JUGA : Ganjar Pranowo Temui Megawati di Jakarta, Ini yang Dilakukan
Bambang menyebut semua kepala daerah di Jateng dari PDIP diundang, kecuali gubernur. “Tidak diundang! [Ganjar] wis kemajon [kelewatan]. Yen kowe pinter, ojo keminter [kalau kamu pintar, jangan sok pintar],” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima JIBI/Solopos.com, Minggu (23/5/2021) siang.
Menurutnya, DPD PDI Perjuangan sebenarnya sudah memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik. Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait pencalonan presiden pada Pemilu 2024.
Hal itu pun berpotensi menggangu keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum, terutama dengan tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media. Bahkan Ganjar sampai rela menjadi host di Youtube.
Padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDI Perjuangan lain yang juga berpotensi untuk maju sebagai capres. Menurutnya, kader lain PDIP bukannya tak bisa melakukan hal yang sama, hanya tidak berani karena belum mendapat perintah Ketua Umum.
"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos [sudah saya beri sinyal. Kok semakin kelewatan, ya saya sedikit keras]. Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,” tegas Bambang.
BACA JUGA : Ganjar Dukung Ajakan Sri Sultan Bernyanyi Indonesia Raya
Bambang Pacul mengingatkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran Pilpres 2024. Elektabilitas saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan medsos. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.
Hal ini ia sampaikan bukan sebagai teguran bagi Ganjar yang juga kader PDI Perjuangan. "Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita [DPD PDIP Jateng]. Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," katanya.
Saat ditanyakan apakah Ganjar sudah menyatakan terang-terangan akan mencalonkan diri pada Pilpres 2024, Bambang belum mengiyakan.
"Kalau dia menjawab, saya kan tidak mengatakan mau nyapres. Tapi, kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.