Gerhana Bulan Total Akan Terjadi 26 Mei 2021, Ini Lokasinya

Gerhana bulan total di sekitar gedung Lakhta Center di St Petersburg, Rusia, 31 Janauri 2018. - Reuters
20 Mei 2021 09:47 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Gerhana Bulan Total akan kembali terlihat di Indonesia. Terakhir fenomena ini terjadi pada tiga tahun yang lalu atau 2018. 

Gerhana Bulan Total tersebut akan terlihat dengan warna merah dan lebih besar dari biasanya. Super Blood Moon atau yang lebih dikenal sebagai gerhana bulan total ini, akan muncul dan terlihat di Indonesia pada 26 Mei 2021.

BACA JUGA : Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi Akhir Bulan Depan, Catat

Namun tidak di semua tempat bisa menyaksikan Super Blood Moon. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), lokasi yang paling jelas untuk melihat Super Blood Moon adalah di Indonesia Timur.

"Lokasi terbaik untuk mengamati adalah di Indonesia bagian Timur," tulis akun resmi Instagram LAPAN, @lapan_ri, Rabu (19/5/2021).

Mengutip laman resmi LAPAN, gerhana bulan total tanggal 26 Mei 2021 akan istimewa karena beriringan dengan perige atau di mana posisi Bulan paling dekat dengan Bumi. 

BACA JUGA : 2 Gerhana Akan Terjadi dalam Periode 35 Hari

Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.18.43 WITA atau 20.18.43 WIT dengan jarak 357.664 kilometer dari Bumi.  Sementara itu puncak perige terjadi pada pukul 08.57.46 WIB atau 09.57.46 WITA atau 10.57.46 WIT dengan jarak 357.316 kilometer dari Bumi. 

Gerhana Bulan Merah Super atau Super Blood Moon ini akan 15,6 persen lebih terang dibandingkan dengan kondisi rata-rata.

Namun perlu diingat durasi fase total gerhana kali ini cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik.  Adapun Super Blood Moon pada 26 Mei 2021 akan bertepatan juga dengan Detik-detik Waisak.

Sebagai informasi, Detik-detik Waisak merupakan puncak bulan purnama pada bulan Waisaka menurut penanggalan India yang didasari oleh peredaran Bulan. 

Pada saat bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi berada di antara keduanya. Cahaya Matahari yang menerangi permukaan Bulan secara maksimal itu yang membuat Bulan nampak bulat sempurna dari Bumi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia