Penerbangan Jakarta - Jeddah Dibuka, Lampu Hijau untuk Ibadah Haji?

Ilustrasi - Sejumlah Jamaah Haji Kloter (Kelompok Terbang) I Embarkasi Surabaya berjalan sesaat usai turun dari pesawat Saudi Airlines di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/10/2014). - Antara
19 Mei 2021 10:47 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka penerbangan internasional pada 30 destinasi, termasuk rute Jakarta - Jeddah mulai 17 Mei 2021 pukul 01.00 WIB.

Dilansir kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Senin (17/5/2021), Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memutuskan kembali membuka penerbangan internasional melalui 43 bandara internasional di 30 negara.

Hal itu dilakukan setelah dilakukan pencabutan larangan bepergian bagi penduduk di luar Arab Saudi.

Saudi Airlines mengkonfirmasi akan mengoperasikan 153 penerbangan terjadwal setiap pekannya dari Riyadh dan sebanyak 178 penerbangan dari Jeddah.

Penerbangan internasional perdana sejak penutupan pada Februari lalu adalah dari Riyadh ke Hyderabad, dan dari Jeddah ke Dhaka.

“Penerbangan internasional menuju Saudi adalah penerbangan Kairo ke Riyadh dan penerbangan Jakarta ke Jeddah,” kutip SPA.

Saudi Airlines juga mengkonfirmasi kesiapan mengoperasikan penerbangan ke 71 bandara internasional dari 95 bandara.

Baca juga: Segini Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sleman

Rute tersebut terdiri atas 28 penerbangan domestik dan 43 penerbangan internasional. Penerbangan dari dan ke Jeddah akan beroperasi di terminal 1 Bandara King Abdulaziz.

Kendati demikian, pemerintah Saudi masih memberlakukan penangguhan penerbangan dari dan ke beberapa negara.

Penangguhan berlaku untuk penerbangan ke dan dari Lebanon, Suriah, Libya, Turki, Iran, Yaman, Kongo, Somalia, Armenia, Venezuela, Belarus, Afghanistan, dan India.

Persiapan pembukaan penerbangan internasional dilakukan sejak dua pekan sebelumnya.

Saudi Gazette melaporkan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) menyatakan orang-orang yang boleh bepergian adalah mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin atau sudah melewati masa 14 hari setelah mendapat suntikan pertama.

Penduduk yang telah sembuh dari Covid-19 diperbolehkan melakukan perjalanan setelah 6 bulan sejak terjangkit dan dikonfirmasi oleh aplikasi Tawakkalna.

Belum ada penjelasan apakah pembukaan penerbangan Jakarta-Jeddah juga terkait dengan peluang jemaah Indonesia menjalankan ibadah haji tahun ini.

Sumber : bisnis.com