Satgas Lakukan Ini agar Pemudik yang Kembali ke Jawa Bebas Covid-19

Tangkapan layar saat Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo berbicara dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Covid-19 yang ditayangkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa (9/3/2021). - Youtube BNPB Indonesia
15 Mei 2021 21:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengupayakan agar orang yang akan kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera dalam kondisi sehat atau bebas Covid-19.

"Adapun beberapa hal yang telah kami lakukan yaitu ketersediaan alat antigen, meningkatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk petugas 'swab' dari pemerintah daerah dan juga akan diperkuat oleh pemerintah pusat," ujar Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo dalam bincang-bincang bertajuk "Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran" dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu.

Ia menambahkan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan tersedianya ruang isolasi bagi pelaku perjalanan yang terpapar Covid-19.

"Jadi mereka yang reaktif setelah diperiksa swab antigen maka akan dibawa ke ruang isolasi. Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan beberapa fasilitas yaitu wisma dan juga rusun (rumah susun)," katanya.

Ia menambahkan pemerintah pusat juga memberikan dukungan dengan menyiapkan hotel atau losmen yang tersedia di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Baca juga: Hati-hati! Serangan Hacker 2021 Diprediksi Fokus Data Vaksinasi Covid-19

Jika salah satu pelaku perjalanan mengalami gejala dan merupakan kelompok rentan, Doni mengatakan, maka harus dirawat di rumah sakit yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

"Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh rumah sakit yang ada di Lampung untuk menyiapkan diri manakala ada peningkatan pasien COVID-19 bagi pelaku perjalanan menuju Pulau Jawa," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas COVID-19, ia menyampaikan, terdapat 440.014 orang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni pada periode 22 April - 14 Mei 2021.

"Diprediksi angka itu mungkin akan kembali pada waktu yang relatif tidak terlalu lama, mungkin dalam waktu yang relatif bersamaan sehingga semua langkah-langkah kesiapsiagaan antisipatif sudah dilakukan," kata Doni.

Ia mengharapkan segala upaya yang telah dilakukan dapat mencegah terjadinya teori bola pingpong, dimana kasus aktif COVID-19 berpindah-pindah antar wilayah.

"Ibarat bola pingpong kenaikan kasus aktif diharapkan tidak hanya berpindah-pindah dari Jawa ke Sumatera sebelum lebaran dan kembali lagi ke Jawa setelah lebaran," katanya.

Sumber : antara