Beri Kejutan, Wali Kota Semarang Antar Opor untuk Pasien Covid-19

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. - Antara
13 Mei 2021 16:07 WIB M Faisal Nur Ikhsan News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah dinas Wali Kota Semarang mendapat kejutan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat perayaan Idulfitri 2021. Hendrar datang langsung mengantarkan opor dan sejumlah santapan khas Lebaran.

“Lebaran tahun ini meskipun masih dalam suasana pandemi, tapi kita harus bersyukur karena semakin hari semakin baik. Masjid-masjid sudah bisa mengadakan salat tarawih, sudah bisa mengadakan salat Idulfitri,” jelas Hendi, sapaan akrabnya, Kamis (13/4/2021).

Hendi juga bersyukur bisa hadir dan menghibur pasien Covid-19 yang tengah dirawat.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa berlebaran bersama sedulur-sedulur yang sedang dikarantina di rumah dinas Wali Kota ini. Semoga ke depan suasananya bisa semakin baik terus, dan kita segera lepas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

Didampingi istrinya, Krisseptiana Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang juga menyempatkan berdialog langsung dengan sejumlah pasien.

Saat berdialog itu, Hendi beserta istri juga mengenakan masker dan sarung tangan.

Dia berharap agar kunjungannya dapat sedikit mengobati rasa sepi sejumlah warga Kota Semarang yang berlebaran di tempat karantina.

Baca juga: Jumlah Pendonor Darah Menurun saat Ramadan, PMI Kota Jogja Sebut Lumrah

Doa juga dipanjatkannya agar seluruh pasien yang dirawat bisa segera sembuh dan dapat berkumpul kembali bersama keluarganya di rumah.

Pada kesempatan tersebut, Hendi juga mengimbau agar masyarakat Kota Semarang dapat berkegiatan dengan lebih bijak. Pasalnya, meskipun angka penularan Covid-19 saat ini tengah mengalami penurunan, tapi penderitanya kebanyakan berasal dari klaster keluarga.

“Sebagai sebuah informasi, Covid-19 di Kota Semarang meskipun sudah mulai landai, tapi ada sebuah perubahan klaster. Hari ini yang mendominasi justru klaster keluarga. Jadi, ibu terkena lalu menulari suami dan anaknya, atau anak terkena kemudian menulari ibu dan ayahnya, itu yang terjadi saat ini,” jelas Hendi.

Dia mengajak masyarakat Kota Semarang untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan hingga di tingkat keluarga.

“Silakan beraktivitas, tapi tetap tidak meninggalkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Rumah dinas Wali Kota Semarang digunakan sebagai salah satu rumah sakit darurat bagi pasien Covid-19 sejak bulan Januari lalu.

Sebelumnya, fasilitas tersebut digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien tanpa gejala. Rumah dinas tersebut berlokasi di Jl. Abdul Rahman Saleh, Kalipancur, Ngaliyan.

 

Sumber : bisnis.com