Israel Akan Tingkatkan Serangan terhadap Militan di Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - Reuters/Ronen Zvulun
12 Mei 2021 21:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu berjanji meningkatkan serangan terhadap militan Islam di Gaza setelah saling serang antara kedua pihak menewaskan sedikitnya 30 orang yang dipicu kerusuhan di Yerusalem.

Sejumlah negara mendesak untuk mewujudkan perdamaian dan negara-negara muslim menyuarakan kemarahan di tengah gejolak kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir setelah Hamas menghujani roket ke Israel.

Sementara itu, Israel melancarkan serangan dengan jet tempur dan helikopter serang.

Di pihak Palestina, 10 anak termasuk di antara 28 orang yang tewas di Jalur Gaza yang diblokade. Sedangkan, lebih dari 150 orang di sana dilaporkan terluka dan banyak yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang membara di daerah kantong yang padat tersebut.

Di pihak Israel, roket menewaskan dua wanita di Ashkelon, tepatnya di utara Gaza, sebuah kota pesisir yang diancam Hamas akan berubah menjadi "neraka".

Hamas mengklaim pada satu tahap telah menembakkan lebih dari 100 roket dalam waktu kurang dari lima.

Netanyahu memperingatkan, bahwa Pasukan Pertahanan Israel sekarang akan meningkatkan serangan mereka, yang menurut tentara telah menargetkan situs-situs militer dan merenggut nyawa setidaknya 17 komandan Hamas dan kelompok Jihad Islam.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, "akan diserang dengan cara yang tidak terduga," kata perdana menteri itu memperingatkan.

"Kami telah melenyapkan komandan,  banyak sasaran penting dan kami telah memutuskan untuk menyerang lebih keras dan meningkatkan kecepatan serangan," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (12/5/2021).

Ketegangan yang telah membara selama berminggu-minggu itu berkobar Jumat lalu ketika polisi anti huru hara Israel bentrok dengan kerumunan besar warga Palestina yang tengah  menunaikan ibadah di masjid Al-Aqsa Yerusalem, pada pekan terakhir bulan suci Ramadan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia