Pusat Belanja di 6 Provinsi Ini Sebabkan Kerumunan, Termasuk DIY?

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
04 Mei 2021 20:27 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Satgas Covid-19 mencatat terhitung sejak 11 Maret sampai dengan 16 April 2021 diketahui bahwa selama 3 pekan terakhir terdapat 6 provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia. 

Berdasarkan pemantauan dari Google Mobility enam provinsi tersebut yaitu Provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat dengan puncak kenaikan masing-masing pada tanggal 9 April 2021. 

“Ini merupakan alarm bagi kita karena secara historis kenaikan mobilitas selalu diikuti kenaikan kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, pada konferensi pers, Selasa (4/5/2021). 

Harapannya, kerumunan di pusat belanja tersebut tidak mengganggu kondisi Covid-19 nasional yang sudah cukup bisa ditekan setelah jerih payah masyarakat dan pemerintah selama lebih dari setahun terakhir. 

“Oleh karena itu, setiap daerah tanpa terkecuali harus benar-benar memperhatikan dan segera melakukan antisipasi lonjakan kasus di masa yang akan datang,” Imbau Wiku. 

Memang momen lebaran adalah momen sukacita, di mana banyak berkah yang masyarakat dapatkan di antaranya pembagian THR, maupun besarnya peluang untuk berbelanja dengan potongan harga yang besar. 

Baca juga: Foto Seksi Nani Sate Beracun Beredar, Ini Penjelasan Polisi

Wiku menjelaskan, pada prinsipnya, pergerakan ekonomi nasional membaik, bahkan mempengaruhi perilaku ekonomi masyarakat yang telah menjadi tradisi turun-temurun untuk berbelanja menjelang hari raya Idulfitri. 

Namun, perlu diingat kembali bahwa Indonesia belum keluar dari pandemi Covid-19. Ancaman penularan masih ada dan nyata. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial-ekonomi masyarakat pun menuai perkembangan yang baik.

“Saya mengimbau agar seluruh pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah di awasi pergerakannya demi mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat menjadi cara penularan Covid-19 yang lebih masif,” kata Wiku. 

Untuk menjamin sistem yang dibuat dapat dijalankan dengan baik, Satgas menyarankan masing-masing daerah membuat satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan. 

Selain itu, kepada masyarakat agar memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan berbelanja daring untuk meminimalisir terpaparnya virus Covid-19. 

“Dari data yang ada kita dapat sama belajar bahwa sektor sosial dan ekonomi sangat berkaitan. Cara bijak untuk mencapai hasil yang baik adalah kebijakan gas rem, yang berlandaskan fakta dan data,” imbuh Wiku.

Sumber : bisnis.com