Advertisement

Prof. Susanto: Karier Remaja Harus Disiapkan Sejak Usia 15 Tahun

Newswire
Jum'at, 02 Januari 2026 - 11:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Prof. Susanto: Karier Remaja Harus Disiapkan Sejak Usia 15 Tahun Ilustrasi pemuda. Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022 Prof. Susanto menilai orang tua perlu mengubah pendekatan dalam mendampingi remaja menghadapi masa depan. Mulai 2026, pendampingan tidak cukup hanya mengarahkan anak memilih cita-cita, tetapi juga menyiapkan kapasitas diri seiring perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan tidak menentu.

“Tahun 2026 semakin dinamis sekaligus penuh tantangan, bahkan ketidakpastian. Dunia terus berubah, banyak pekerjaan yang hilang dan pada saat yang sama muncul pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan,” ujar Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta itu di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Advertisement

Menurut Susanto, bagi anak yang telah memasuki usia 15 tahun, fase remaja bukan lagi sekadar masa pencarian jati diri. Periode ini justru menjadi fondasi penting dalam pembentukan karier jangka panjang, terutama di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan kolaborasi global.

Ia menekankan bahwa orientasi karier masa depan tidak lagi bertumpu pada jabatan semata, melainkan pada nilai dan kontribusi yang diberikan. Karena itu, remaja perlu dibiasakan menggali pertanyaan reflektif tentang diri mereka.

“Remaja perlu dilatih bertanya, isu apa yang membuat saya peduli, masalah apa yang ingin saya bantu selesaikan, dan dalam peran seperti apa saya ingin bermanfaat,” katanya.

Pendekatan tersebut, lanjut Susanto, akan membuat pilihan pendidikan dan karier menjadi lebih bermakna, berkelanjutan, sekaligus relevan dengan kebutuhan masa depan.

Ia juga mengingatkan bahwa ijazah tanpa keterampilan kini tidak lagi cukup. Anak usia remaja perlu mulai mengasah kemampuan belajar cepat, berpikir sistematis dan analitis, berkomunikasi lintas media—baik lisan, tulisan, maupun digital—serta memiliki literasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dasar.

Selain itu, kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan diri juga menjadi aspek penting yang perlu ditumbuhkan sejak dini.

Susanto mendorong agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium karier dan ruang eksperimen bagi siswa. Di ruang tersebut, remaja dapat melatih kepemimpinan, keberanian mencoba, dan kemampuan memecahkan masalah.

Ia juga menyarankan remaja beralih dari posisi sebagai pengguna pasif menjadi pencipta aktif. Bentuknya bisa beragam, mulai dari menulis opini, membuat video edukatif, merancang desain sederhana, membangun portofolio digital sesuai minat, hingga mengikuti kelas daring yang terarah dan tidak sekadar mengikuti tren.

“Karier unggul dibangun dari kesadaran diri. Remaja perlu dibiasakan mengevaluasi apa yang berhasil dan tidak, mengenali kekuatan serta area pengembangan, menyusun tujuan jangka pendek yang realistis, dan melakukan refleksi rutin agar tidak salah arah di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Susanto meminta peran aktif orang tua dan guru dalam mendampingi anak. Menurutnya, pendampingan terbaik bukan dengan mengarahkan secara kaku, melainkan dengan mengajukan pertanyaan yang memantik pemikiran, memberi ruang untuk mencoba dan gagal, serta menjadi teladan dalam sikap belajar sepanjang hayat.

“Kolaborasi orang tua dan guru akan melahirkan remaja yang mandiri dan percaya diri. Karier cemerlang tidak dibangun secara instan, tetapi tumbuh dari kebiasaan belajar, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi yang dimulai sejak dini,” kata Susanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Top Ten News Harianjogja.com, Jumat 2 Januari 2026

Top Ten News Harianjogja.com, Jumat 2 Januari 2026

Jogja
| Jum'at, 02 Januari 2026, 10:07 WIB

Advertisement

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Wisata
| Kamis, 01 Januari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement