Advertisement
Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
Juan Pedro Franco - Marca
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Juan Pedro Franco, pria asal Meksiko yang pernah memegang rekor Guinness World Record sebagai manusia terberat di dunia, meninggal dunia pada usia 41 tahun akibat komplikasi infeksi ginjal, Rabu (31/12/2025) waktu setempat.
Kepergian Franco dikonfirmasi langsung oleh dokter yang selama ini merawatnya, Dr. Jose Antonio Castañeda. Dalam pernyataan resminya, Castañeda menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Franco memburuk secara drastis dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.
Advertisement
"Kondisi kesehatannya menurun akibat infeksi ginjal yang berkembang menjadi komplikasi sistemik. Hal inilah yang menyebabkan kematiannya saat menjalani perawatan intensif," ujar Castañeda, sebagaimana dikutip dari Marca, Kamis (1/1/2026).
Juan Pedro Franco mencuri perhatian dunia pada tahun 2017 ketika berat badannya mencapai 595 kilogram. Kondisi obesitas ekstrem tersebut membuatnya lumpuh dan hanya bisa terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun.
BACA JUGA
Di bawah bimbingan tim medis pimpinan Dr. Castañeda, Franco memulai perjalanan pemulihan yang menantang melalui:
- Diet Ketat: Menerapkan diet Mediterania berbasis sayuran dan buah-buahan.
- Prosedur Bedah Bariatrik: Menjalani operasi sleeve gastrectomy dan gastric bypass.
Hasilnya pun fenomenal. Franco berhasil memangkas hampir setengah dari berat badan awalnya. Ketahanan tubuhnya bahkan sempat diuji saat ia berhasil pulih dari paparan Covid-19 pada tahun 2020, sebuah pencapaian yang disebut para ahli medis sebagai "keajaiban" mengingat kondisi fisiknya.
Menyusul kepergian sang pasien, Dr. Castañeda mengingatkan publik bahwa obesitas ekstrem adalah penyakit kompleks yang memerlukan pendekatan ilmiah dan dukungan medis, bukan stigma sosial.
Castañeda memberikan apresiasi mendalam atas semangat hidup Franco yang menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. "Berkat ketekunan, ketahanan, dan kejujurannya dalam berbagi kisah hidup, ia mampu membangkitkan empati dan memotivasi orang lain untuk menghadapi tantangan kesehatan mereka sendiri," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







