Terduga Teroris NF Menyerahkan Diri atau Ditangkap? Ini Kata Polri...

Foto Ilustrasi: Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berjaga di depan rumah terduga teroris. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
09 April 2021 20:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris berinisial NF telah diamankan setelah orang tuanya memberikan informasi kepada Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Diamankan saudara NF hasil dari informasi orang tuanya sendiri kepada Polsek Setiabudi," kata Ramadhan dalam konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/4/2021). 

Ramadhan mengatakan orang tua NF memberitahukan keberadaan anaknya kepada Polsek Setiabudi, Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (8/4/2021).

Setelah mendapat informasi tersebut, Tim Reserse Polsek Setiabudi sekitar pukul 23.00 WIB datang ke rumah orang tua NF untuk mengamankan.

Baca juga: Geledah Rumah di Mantrijeron, Densus 88 Sita Barang-Barang Ini

"Jadi bukan menangkap ya, mengamankan. Selanjutnya menyerahkan ke Densus 88 yang memiliki kewenangan penyidik tindak pidana terorisme," kata Ramadhan.

Saat ditanyakan apakah NF menyerahkan diri atau diamankan, Ramadhan menjelaskan jika menyerahkan diri itu pelaku datang sendiri ke kantor polisi.

"Orang tuanya memberi informasi tentang keberadaan anaknya, jadi kalau menyerahkan diri itu dia [NF] datang, tapi ini orang tuanya memberikan informasi keberadaan anaknya," kata Ramadhan.

NF diamankan di rumah orang tuanya di wilayah Setiabudi setelah menjadi buronan Tim Densus 88 Anti Teror karena terlibat dengan kelompok terduga teroris yang diamankan di wilayah Jakarta.

Tim Densus 88 Anti Teror memasukkan nama NF dalam daftar pencarian orang (DPO), terkait dengan empat terduga teroris, BS, AJ, ZA dan WJ yang telah ditangkap akhir Maret lalu.

Tiga dan empat terduga teroris yang telah ditangkap tersebut membuat video pengakuan terkait rencana teror yang akan dilakukan dengan meledakkan tempat usaha milik pengusaha China dan SPBU.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Jogja Belum Maksimal, Ini Kendalanya

NF tercatat sebagai warga RT 003, RW 004, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, juga terdaftar sebagai penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan terakhir sempat mencairkan bantuan tersebut awal Februari 2021.

Namun sejak menikah 5 tahun lalu, pria 35 tahun itu sudah tidak tinggal lagi di RT 03, RW 04, Tanjung Barat, melainkan telah pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sumber : Antara