Soal Vaksin, Ini Permintaan Indonesia kepada China

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersiap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
03 April 2021 03:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi meminta China untuk menjadikan Indonesia sebagai hub vaksin di Asia Tenggara.

Menurut Retno, ide itu ditanggapi positif oleh pemerintah Negeri Panda. Dia mengatakan bahwa ide ini masih dalam tahap awal. Namun usulan yang disampaikan RI antara lain kerja sama penguatan riset pengembangan vaksin, pengembangan industri bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi vaksin nasional.

“Semua ide ini akan kita bahas lebih lanjut. Tetapi secara prinsip RRT memberikan dukungan terhadap inisiatif ini,” katanya saat konferensi pers virtual China, Jumat (2/4/2021).

Di sisi lain, Menlu Retno menyebut pemerintah juga telah menjalin pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. RI juga membahas mengenai masalah kerja sama vaksin.

“Pada working level, pembicaraan telah cukup lama dilakukan dengan Rusia. Dukungan politik Rusia juga telah diberikan bagi pengembangan kerja sama vaksin dengan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, ide menjadikan Indonesia sebagai hub vaksin bagi Asia Tenggara merupakan rencana janga panjang. Adapun, dalam jangka pendek pemerintah berharap China dapat mengirimkan vaksin sesuai komitmen yang ditentukan kedua negara.

“Untuk jangka pendek, Indonesia mengharapkan agar pemerintah RRT akan terus memberikan dukungan agar pengiriman vaksin yang telah sudah menjadi komitmen yang mengikat [binding commitment] dapat dilakukan sesuai jadwal yang ada,” terangnya.

Sumber : bisnis.com