Advertisement
Sudah Antisipasi Calo, Menpan-RB Tegaskan Penerimaan CPNS 2021 Sulit Ditembus
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. - Suara.com/Ria Rizki
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan sudah mengantisipasi percaloan dan sulit ditembus secara curang.
"Sebenarnya tidak mungkin bisa ditembus. Orang mau bayar berapa pun, secara sistem tidak akan mungkin," kata Tjahjo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR yang diikuti melalui akun Youtube Komisi II DPR RI Channel, di Jakarta, Rabu (24/3/2021).
Advertisement
Tjahjo mengatakan setiap penerimaan CPNS selalu ada calo, yaitu orang-orang yang menjanjikan bisa membantu diterima di instansi tertentu.
Baca juga: Inspektorat DIY: Pengelolaan Aset di Bantul Menyalahi Aturan
Bahkan, Tjahjo mengaku pada 2019 pernah didatangi sejumlah orang atas perintah seorang calo yang menjanjikan akan mendapatkan surat keputusan khusus dari Tjahjo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
"Alhamdulillah orangnya sudah ditangkap. Mereka adalah jaringan. Kami mengimbau masyarakat berhati-hati dengan calo pada setiap penerimaan CPNS," ujarnya pula.
Tjahjo mengatakan modus seorang calo menjanjikan seseorang bisa lolos dalam seleksi CPNS berbagai macam. Sebagian calo adalah mantan pegawai negeri sipil yang kemudian membangun jaringan.
Baca juga: Kita Muda Kreatif Rayakan Capaian Perempuan
Menurut Tjahjo, bila ada aparatur sipil negara yang terlibat dalam praktik percaloan seperti itu, ancaman sanksi yang dijatuhkan adalah pemecatan.
"Kalau ketahuan ada yang bermain, akan kami pecat," ujarnya lagi.
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung juga meminta komitmen pemerintah untuk menghilangkan praktik percaloan dalam penerimaan CPNS.
"Komisi II DPR bersama Kementerian PAN-RB dan BKN sepakat untuk berkomitmen menghilangkan praktik penipuan atau percaloan dalam proses penerimaan CPNS," katanya pula.
Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana dan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Prof Agus Pramusinto tersebut, mengemuka kebutuhan aparatur sipil negara pada 2021 sebanyak 69.684 orang untuk pusat, dan 671.867 orang untuk daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Dana Desa Dipangkas Hingga 85 Persen, Asosiasi Kades Mengeluh
- Densus 88 Dampingi 68 Anak, Pakar Soroti Bahaya Simbol Ekstrem
- Libur Nataru Usai, Arus Balik di Ketapang-Gilimanuk Meningkat
- Hasil Liga Inggris: City-Liverpool Gagal Menang, Arsenal Makin Kokoh
- Penumpang Kereta di Jogja Naik, Menhub Minta Layanan Ditingkatkan
- Top Ten News Harianjogja.com, Jumat 2 Januari 2026
- Lempar Petasan di Kampung Krapyak Sragen, Dua Pendekar Diamankan
Advertisement
Advertisement




