Potongan Motor Balap Ducati Kini Bisa Dibeli Kolektor MotoGP
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pembangunan bandara internasional langsung di Mekkah menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji dan umrah, karena berpotensi memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Proyek ambisius senilai Rp84 triliun ini diharapkan menghilangkan ketergantungan pada jalur darat dari Jeddah yang selama ini kerap padat.
Selama puluhan tahun, mayoritas jemaah internasional harus mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah yang memakan waktu berjam-jam. Lonjakan jumlah jemaah setiap tahun membuat kapasitas jalur ini semakin terbebani.
Kini, Arab Saudi merancang solusi jangka panjang dengan membangun bandara baru langsung di kota suci tersebut guna mempercepat mobilitas jutaan jemaah.
Akses Lebih Cepat dan Ramah Jemaah
Menurut laporan Construction Review Online, kehadiran bandara ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus menyederhanakan logistik perjalanan haji dan umrah.
Bagi jemaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik, kemudahan ini menjadi keuntungan besar karena perjalanan panjang dari Jeddah dapat dihindari.
Terintegrasi dengan Transportasi Modern
Proyek ini dirancang tidak berdiri sendiri. Bandara akan terhubung langsung dengan jaringan metro atau kereta bawah tanah Mekkah, sehingga jemaah bisa langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi ibadah tanpa hambatan.
Konsep ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan ekstrem, terutama saat puncak musim haji.
Teknologi Canggih dan Sistem Ketat
Selain konektivitas, efisiensi operasional menjadi fokus utama. Terminal akan dirancang khusus untuk menangani penumpang dalam jumlah besar dengan dukungan sistem digital modern guna mempercepat proses pemeriksaan dan pergerakan jemaah.
Karena Mekkah memiliki aturan khusus yang hanya memperbolehkan umat Muslim masuk, sistem keamanan bandara akan disesuaikan dengan ketentuan religius dan hukum yang berlaku.
Bagian dari Visi 2030
Proyek ini merupakan bagian dari program Saudi Vision 2030 yang bertujuan memperkuat sektor pariwisata religi sekaligus mendiversifikasi ekonomi negara.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Public-Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan dan pengelolaan proyek.
Ke depan, bandara ini direncanakan terintegrasi dengan Bandara King Salman di Riyadh guna memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat penerbangan global.
Meski masih dalam tahap studi kelayakan, proyek ini memberi harapan baru bagi jutaan calon jemaah, termasuk dari Indonesia, bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.