Wasit Argentina Pimpin Prancis vs Maroko, FIFA Disorot
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pembangunan bandara internasional langsung di Mekkah menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji dan umrah, karena berpotensi memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Proyek ambisius senilai Rp84 triliun ini diharapkan menghilangkan ketergantungan pada jalur darat dari Jeddah yang selama ini kerap padat.
Selama puluhan tahun, mayoritas jemaah internasional harus mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah yang memakan waktu berjam-jam. Lonjakan jumlah jemaah setiap tahun membuat kapasitas jalur ini semakin terbebani.
Kini, Arab Saudi merancang solusi jangka panjang dengan membangun bandara baru langsung di kota suci tersebut guna mempercepat mobilitas jutaan jemaah.
Akses Lebih Cepat dan Ramah Jemaah
Menurut laporan Construction Review Online, kehadiran bandara ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus menyederhanakan logistik perjalanan haji dan umrah.
Bagi jemaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik, kemudahan ini menjadi keuntungan besar karena perjalanan panjang dari Jeddah dapat dihindari.
Terintegrasi dengan Transportasi Modern
Proyek ini dirancang tidak berdiri sendiri. Bandara akan terhubung langsung dengan jaringan metro atau kereta bawah tanah Mekkah, sehingga jemaah bisa langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi ibadah tanpa hambatan.
Konsep ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan ekstrem, terutama saat puncak musim haji.
Teknologi Canggih dan Sistem Ketat
Selain konektivitas, efisiensi operasional menjadi fokus utama. Terminal akan dirancang khusus untuk menangani penumpang dalam jumlah besar dengan dukungan sistem digital modern guna mempercepat proses pemeriksaan dan pergerakan jemaah.
Karena Mekkah memiliki aturan khusus yang hanya memperbolehkan umat Muslim masuk, sistem keamanan bandara akan disesuaikan dengan ketentuan religius dan hukum yang berlaku.
Bagian dari Visi 2030
Proyek ini merupakan bagian dari program Saudi Vision 2030 yang bertujuan memperkuat sektor pariwisata religi sekaligus mendiversifikasi ekonomi negara.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Public-Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan dan pengelolaan proyek.
Ke depan, bandara ini direncanakan terintegrasi dengan Bandara King Salman di Riyadh guna memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat penerbangan global.
Meski masih dalam tahap studi kelayakan, proyek ini memberi harapan baru bagi jutaan calon jemaah, termasuk dari Indonesia, bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Program B50 resmi diluncurkan Presiden Prabowo. Indonesia menjadi negara pertama menerapkan biodiesel B50 dan menargetkan hemat devisa Rp170 triliun.
BPBD Bantul telah menyalurkan 110.000 liter air bersih kepada 1.387 warga di lima kalurahan sejak status siaga darurat kekeringan berlaku.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori B50 yang ditargetkan menghemat devisa hingga Rp170 triliun dan memperkuat ketahanan energi.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.