Advertisement

Proyek Bandara Mekkah Rp84 T, Akses Haji Lebih Cepat

Jumali
Jum'at, 03 April 2026 - 10:37 WIB
Jumali
Proyek Bandara Mekkah Rp84 T, Akses Haji Lebih Cepat Ilustrasi Ibadah Haji / StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pembangunan bandara internasional langsung di Mekkah menjadi kabar baik bagi calon jemaah haji dan umrah, karena berpotensi memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Proyek ambisius senilai Rp84 triliun ini diharapkan menghilangkan ketergantungan pada jalur darat dari Jeddah yang selama ini kerap padat.

Advertisement

Selama puluhan tahun, mayoritas jemaah internasional harus mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah yang memakan waktu berjam-jam. Lonjakan jumlah jemaah setiap tahun membuat kapasitas jalur ini semakin terbebani.

Kini, Arab Saudi merancang solusi jangka panjang dengan membangun bandara baru langsung di kota suci tersebut guna mempercepat mobilitas jutaan jemaah.

Akses Lebih Cepat dan Ramah Jemaah

Menurut laporan Construction Review Online, kehadiran bandara ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus menyederhanakan logistik perjalanan haji dan umrah.

Bagi jemaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik, kemudahan ini menjadi keuntungan besar karena perjalanan panjang dari Jeddah dapat dihindari.

Terintegrasi dengan Transportasi Modern

Proyek ini dirancang tidak berdiri sendiri. Bandara akan terhubung langsung dengan jaringan metro atau kereta bawah tanah Mekkah, sehingga jemaah bisa langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi ibadah tanpa hambatan.

Konsep ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan ekstrem, terutama saat puncak musim haji.

Teknologi Canggih dan Sistem Ketat

Selain konektivitas, efisiensi operasional menjadi fokus utama. Terminal akan dirancang khusus untuk menangani penumpang dalam jumlah besar dengan dukungan sistem digital modern guna mempercepat proses pemeriksaan dan pergerakan jemaah.

Karena Mekkah memiliki aturan khusus yang hanya memperbolehkan umat Muslim masuk, sistem keamanan bandara akan disesuaikan dengan ketentuan religius dan hukum yang berlaku.

Bagian dari Visi 2030

Proyek ini merupakan bagian dari program Saudi Vision 2030 yang bertujuan memperkuat sektor pariwisata religi sekaligus mendiversifikasi ekonomi negara.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Public-Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan dan pengelolaan proyek.

Ke depan, bandara ini direncanakan terintegrasi dengan Bandara King Salman di Riyadh guna memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat penerbangan global.

Meski masih dalam tahap studi kelayakan, proyek ini memberi harapan baru bagi jutaan calon jemaah, termasuk dari Indonesia, bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas

Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas

Bantul
| Jum'at, 03 April 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement