Advertisement
Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
Perayaan Jumat Agung yang merupakan peringatan wafat Yesus di kayu salin. - Youtube
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Banyak orang masih menganggap Jumat Agung dan Paskah sebagai perayaan yang serupa, padahal keduanya memiliki makna yang sangat berbeda dalam iman Kristen.
Memahami perbedaan ini penting agar umat tidak hanya mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga benar-benar meresapi perjalanan spiritual dari pengorbanan menuju kemenangan.
Advertisement
Dalam tradisi Kristiani, Pekan Suci menjadi momen refleksi mendalam yang menggambarkan perjalanan emosional dari duka menuju sukacita. Dua puncak utamanya—Jumat Agung dan Paskah—merepresentasikan peristiwa berbeda dalam kehidupan Yesus Kristus.
Jumat Agung memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus di Bukit Golgota, sementara Paskah menandai kebangkitan-Nya dari kematian.
BACA JUGA
Perbedaan Makna yang Mendasar
Greens Boro Day mengungkapkan, Jumat Agung berfokus pada pengorbanan dan penebusan dosa manusia. Umat diajak merenungkan penderitaan yang ditanggung Yesus sebagai wujud kasih yang total.
Sebaliknya, dikutip dari BBC, Paskah menjadi simbol kemenangan atas maut. Kebangkitan Yesus diyakini sebagai tanda harapan baru dan janji kehidupan kekal bagi umat percaya.
Suasana Ibadah yang Berbanding Terbalik
Perbedaan juga terlihat jelas dari suasana perayaan. Pada Jumat Agung, ibadah berlangsung hening, khusyuk, dan penuh refleksi. Gereja biasanya minim ornamen, altar kosong, dan lonceng tidak dibunyikan.
Saat Paskah, suasana berubah menjadi penuh sukacita. Gereja dihiasi bunga, lilin dinyalakan, dan lagu-lagu kemenangan dinyanyikan sebagai simbol kebangkitan.
Pesan Teologis yang Ditekankan
Jumat Agung menegaskan bahwa keselamatan datang melalui pengorbanan. Ini menjadi gambaran kasih Allah yang rela menderita demi manusia.
Sementara itu, Paskah menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir. Kebangkitan menjadi bukti bahwa kuasa Allah melampaui segala penderitaan dan kegelapan.
Perbedaan Praktik Ibadah
Pada Jumat Agung, umat biasanya mengikuti penghormatan salib, jalan salib, serta menjalankan puasa dan pantang.
Sedangkan pada Paskah, umat merayakan Vigili Paskah dan misa dengan simbol pembaruan, seperti pembaptisan dan penyalaan lilin Paskah.
Simbol yang Mengiringi Perayaan
Salib menjadi simbol utama Jumat Agung sebagai lambang pengorbanan.
Adapun Paskah identik dengan lilin Paskah, telur sebagai simbol kehidupan baru, serta roti dan anggur yang mengingatkan pada Perjamuan Terakhir.
Makna Utuh Pekan Suci
Jumat Agung dan Paskah merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan. Pengorbanan yang terjadi pada Jumat Agung menjadi dasar bagi kemenangan yang dirayakan pada Paskah.
Dengan memahami perbedaan ini, umat tidak hanya menjalani ritual, tetapi juga dapat merasakan makna iman yang lebih dalam—bahwa dari penderitaan dapat lahir harapan baru bagi kehidupan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon UE Ikut Berduka
- Gelombang Penumpang Kereta Mengular di Awal Libur Paskah
Advertisement
Advertisement









