Advertisement
Kini Iran Dibantu Oman Menjaga Selat Hormuz, Begini Kesepakatannya
Selat Hormuz Iran. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengawasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz kini diperketat melalui penyusunan protokol bersama antara Iran dan Oman. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, menyebut protokol tersebut bertujuan mengatur sekaligus memastikan keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Advertisement
“Kami sedang menyusun protokol bagi Iran dan Oman untuk mengawasi transit di Selat Hormuz,” ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan ini bukan bentuk pembatasan, melainkan upaya memberikan jaminan keselamatan dan layanan yang lebih baik bagi kapal yang melintas.
BACA JUGA
Jalur Energi Global Terganggu
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur terpenting dunia dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari. Namun, konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu penurunan pengiriman dan kekhawatiran global.
Gangguan distribusi tersebut membuat sejumlah negara mulai mempertimbangkan jalur alternatif, baik melalui laut maupun darat.
Meski demikian, Iran menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka dan lalu lintas kapal masih berjalan normal.
“Ketika kami menghadapi agresi, pergerakan akan mengalami gangguan serius,” kata Gharibabadi.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi perang tidak dapat diatur dengan mekanisme masa damai, sehingga potensi gangguan tetap terbuka.
Selain isu pelayaran, Iran menyoroti serangan terhadap fasilitas nuklirnya yang dinilai melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Sejumlah lokasi seperti Bushehr, Ardakan, Khondab, Natanz, hingga Fordo disebut menjadi sasaran, yang dinilai mengancam keamanan global.
Iran bahkan memperingatkan akan melakukan respons setimpal jika serangan dilakukan dari wilayah negara lain.
Di sisi lain, komitmen Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) mulai dipertanyakan di dalam negeri, seiring meningkatnya tekanan politik dan keamanan.
Ketegangan di kawasan sendiri meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari yang memicu eskalasi militer, termasuk serangan balasan Iran ke sejumlah wilayah.
Situasi ini membuat stabilitas Selat Hormuz menjadi perhatian dunia, mengingat dampaknya yang luas terhadap harga energi, biaya pengiriman, hingga ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
Advertisement
Hujan Guyur Lereng Merapi Sore Ini, BPPTKG Keluarkan Peringatan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 3 April 2026
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
Advertisement
Advertisement








