Hasil Survei: Masih Ada 28 Persen Warga Indonesia Tolak Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan vaksinasi di Kota Bogor. - Antara\\r\\n
24 Maret 2021 12:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hanya sekitar 46 persen warga di Tanah Air yang secara tegas menyatakan bersedia untuk menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal itu merupakan salah satu temuan dalam survei nasional terkini yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hasil survei yang dirilis kemarin, Rabu (23/3/2021), itu juga menunjukkan bahwa sekitar 28 persen menyatakan tidak mau divaksin.

Selebihnya atau sekitar 23 persen masyarakat Indonesia yang menyatakan masih ragu untuk mengikuti program vaksinasi virus Corona. “Ini temuan yang perlu mendapat perhatian serius,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani.

Menurut Deni, bila pencegahan penyebaran Covid-19 hendak dicapai secara efektif, diperlukan minimal 70 persen warga yang memiliki kekebalan tubuh terhadap virus Corona.

“Hanya bila 70 persen itu tercapai maka Indonesia akan memiliki herd immunity yang diperlukan untuk membasmi Covid-19,” ujar Deni.

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021 – 8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 1220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07 persen.

Menurut Deni, terdapat sejumlah faktor yang mungkin mempengaruhi kesediaan seseorang untuk divaksin. Pertama, soal keyakinan bahwa vaksin aman.

Survei menemukan bahwa 64 persen warga yang percaya bahwa vaksin aman bersedia untuk divaksin, sedangkan hanya 16 persen warga yang percaya vaksin aman dan bersedia untuk divaksin.

BACA JUGA: Info Stok Darah di PMI DIY Hari Ini 24 Maret 2021, Cek Datanya!

Kedua, pengaruh dari adanya kampanye menolak vaksin. Sekitar 35 persen warga yang pernah mendapat ajakan untuk menolak vaksin menyatakan bersedia divaksin, sementara 47 persen warga yang tidak pernah mendapat ajakan menolak vaksin bersedia divaksin.

Ketiga, rasa kekhawatiran atau ketakutan akan penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 59 persen warga yang menyatakan sangat takut tertular vaksin menyatakan bersedia divaksin, sedangkan hanya 38 persen warga yang menyatakan tidak takut tertular virus Corona menyatakan bersedia divaksin.

Keempat, persepsi tentang masih terus bertambahnya kasus penularan Covid-19. Survei menemukan bahwa 52 persen warga yang percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin, sedangkan hanya 39 persen warga yang tidak percaya jumlah terinfeksi Covid-19 semakin banyak menyatakan bersedia divaksin.

“Dengan demikian, agar kebijakan vaksinasi ini berjalan efektif, pemerintah perlu melaksanakan serangkaian langkah. Pemerintah perlu melawan kampanye antivaksin, meyakinkan rakyat bahwa vaksin aman, meyakinkan publik bahwa bahwa pandemi belum berakhir dan setiap warga bertanggungjawab untuk mencegah penyebaran wabah,” kata Deni.

Sumber : Bisnis.com