Ini Syarat Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021 Menurut Ahli

Seorang guru bahasa Inggris sedang mengajar saat dilaksanakannya sedang sekolah tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT Senin (10/08/2020). - Antara
20 Maret 2021 00:27 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAGuru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban setuju dengan rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka pada Juli 2021.

Melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Jumat (19/3/2021) 07.56 WIB, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) itu mengatakan opsi itu dimungkinkan, tetapi dengan satu syarat.

Ahli penyakit dalam ini menekankan bahwa pembukaan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka sangat dimungkinan bila tingkat kasus positif (positivity rate) virus Corona atau Covid-19 di Indonesia berada di bawah 5 persen. Namun, dia mengaku belum yakin positivity rate di Tanah Air bisa mencapai kisaran tersebut.

"Saya setuju banget sekolah tatap muka dibuka Juli mendatang. Asalkan positivity rate kita di bawah 5 persen. Kalau bisa 3 persen, ya lebih bagus. Merem saya bilang setujunya. Apakah Indonesia bisa di bawah 5 persen? Saya tak begitu yakin, tapi tetap berharap bisa. Bismillah," tulisnya di Twitter.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per kemarin, Kamis (18/3/2021), menunjukkan positivity rate nasional harian mencapai 18,28 persen, sedangkan secara mingguan mencapai 12,86 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berharap dengan program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan secara massal termasuk diikuti ratusan guru, aktivitas belajar mengajar dapat dilaksanakan kembali di sekolah-sekolah. Kendati tersebut dinilai dapat dilakukan terbatas dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Di sini semuanya tadi ada guru. Ada 500-an guru yang divaksin dan kita harapkan nanti, dari total delapan ribu yang ada di Makassar semua sudah (vaksin)," papar Presiden Jokowi saat meninjau festival smart vaksinasi di Hotel Dalton, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/3/2021).

Kepala Negara berharap, apabila seluruh tenaga pengajar telah menjalani vaksinasi, maka proses belajar mengajar di sekolah bisa kembali di buka, asalkan secara terbatas dan mematuhi protokol kesehatan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia