Poster Deklarasi Puan Maharani-Moeldoko Jadi Capres-Cawapres 2024 Beredar di Medsos

Unggahan tentang deklarasi dan dukungan untuk Puan Maharani dan Moeldoko. - Ist/tangkapan layar
19 Maret 2021 05:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Media sosial twitter dibuar ramai dengan munculnya poster Deklarasi dan Dukungan Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Moeldoko yang digelar di Surabaya pada Senin 29 Maret 2021 mendatang.

Salah satu akun twitter yang membagikan poster tersebut yakni akun twitter politikus Partai Golkar Achmad Annama @AchmadAnnama.

Dia mengunggah poster tersebut sambil menuliskan cuitan berupa pertanyaan.

"Puan Maharani-Moeldoko Capres-Cawapres 2024 Bakal Dideklarasikan Di Kota Surabaya?," demikian tulis Achmad Annama melalui akun twitternya dikutip Suara.com, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Waspada! Serangan Siber dengan Akun Palsu Bakal Marak

Pada poster tersebut dituliskan bahwa Puan Maharani merupakan calon presiden dan Moeldoko merupakan calon wakil presiden.
Cuitan Ahmad Annama soal poster deklarasi dan dukungan Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani-Moeldoko.[Twitter/@AchmadAnnama]

Kemudian, agenda deklarasi dan dukungan disebut akan dilaksanakan di The Royal Ballroom JW Marriott Hotel Surabaya.

Selain itu juga terdapat nomor ponsel yang dituliskan pada poster tersebut.

"Untuk info lebih lanjut dan registrasi hubungi 081230648116 mealui telfon atau whatsapp. Acara ini diselenggarakan oleh Pro Bakti NKRI," demikian tulisan pada poster tersebut.

Baca juga: Ada 3,1 Miliar Iklan Diblokir Google karena Melanggar Kebijakan Perusahaan

Suara.com kemudian mencoba menghubungi nomor tersebut untuk mengkonformasi terkait dengan agenda tersebut. Sayangnya, baik pesan singkat maupun telepon tidak mendapatkan respon.

Terpisah, Politikus Senior Partai Demorkat kubu Moeldoko, Max Sopacua membantah adanya agenda tersebut.

Dia menyatakan, bahwa poster tersebut dibuat oleh orang tidak bertanggungjawab.

"Itu adalah kerjaan orang yang tidak bertanggungjawab. Yang jelas mereka yang tidak senang dengan kehadira Pak Moeldoko memimpin Demokrat KLB," katanya saat dihubungi, Kamis (18/3/2021) malam.

Sumber : Suara.com