Gelora Bung Karno Akan Dilengkapi PLTS 1,2 MW

Stadion Utama GeloraBung Karno (GBK) masuk dalam nominasi stadion termegah di Asia Tenggara. - Twitter @KemensetnegRI
18 Maret 2021 11:27 WIB Zufrizal News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Dalam rangka mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan atau energi bersih di Indonesia, PT Pertamina (Persero) melalui Power & NRE Subholding Pertamina menandatangani nota kesepakatan kerja sama mengenai pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Komplek Gelora Bung Karno (GBK)  Jakarta, Selasa 16 Maret 2021.

Nota kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) Power & NRE Subholding Dannif Danusaputro bersama Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno, Rakhmadi A. Kusumo dan disaksikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

BACA JUGA : Renovasi GBK Telan Rp2,03 Triliun saat Asian Games

Dalam kerja sama ini, Pertamina memiliki peran utama dalam mempersiapkan studi kelayakan teknis meliputi jenis panel surya yang relevan, kekuatan struktur bangunan yang sudah ada, sistem kelistrikan, keamanan publik dan studi terkait lainnya.

PLTS yang akan dikembangkan di kawasan Gelora Bung Karno berkapasitas sekitar 1,2 MW. PLTS di kawasan Gelora Bung Karno ditargetkan dapat selesai pada 2021.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bahwa Kementerian Kesekretariatan Negara selaku pemilik aset negara menyampaikan terima kasih kepada Pertamina yang telah mendukung upaya pemerintah dalam pemanfaatan aset negara dengan membangun PLTS di GBK.

BACA JUGA : Atlet Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

“Kita berupaya keras untuk semakin go green dan memanfaatkan tanah negara sepenuhnya untuk publik. Kita ingin memberikan kontribusi yang terbesar untuk masyarakat ke depan,” ujarnya seperti dikutip melalui laman Pertamina, Rabu (17/3/2021).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyambut positif kerja sama pembangunan PLTS di GBK.

Dia menambahkan bahwa di lingkungan kantor dan perumahan Pertamina juga telah menggunakan energi terbarukan. Terdapat sekitar 6.000 SPBU serta terminal LPG dan BBM juga siap menggunakan PLTS dengan sel surya.

“Ini potensi terbesar, selain meningkatkan realisasi program renewable energy juga dapat meningkatkan nilai ekonomis serta ikut mendukung upaya pengembangan bisnis energi yang berkelanjutan sesuai dengan implementasi ESG [environment, social, and governance],” kata Nicke.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia