900 SMK Jadi Pusat Keunggulan, Dirjen Vokasi: Kepala Sekolahnya Harus Kreatif

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto (kiri) saat meninjau kafe di SMK N 1 Kalasan, Sleman, Minggu (15/3/2021). - Harian Jogja/Sunartono.
15 Maret 2021 07:47 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi akan menunjuk 900 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jadi pusat keunggulan melalui proses seleksi 2021. SMK yang ditunjuk diharapkan kepala sekolah serta gurunya memiliki ide gila dan kreatif serta berani membuat terobosan dalam membuat link and match antara sekolah dengan industri.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan pada 2021 ini Kemendikbud akan menunjuk 900 SMK di Indonesia untuk dijadikan sebagai Center of Excellence (CoE) atau pusat keunggulan. Dari jumlah itu sebanyak 490 SMK di antaranya sudah ditunjuk pada 2020 dan tetap diberikan anggaran untuk 2021 sebagai kelanjutan teaching factory.

BACA JUGA : Perkuat Ekosistem SMK, Ditjen Pendidikan Vokasi Bersinergi

“SMK CoE ini filosofinya bukan ngasih duit untuk bikin gedung dan alat, itu nomor dua, filosofi pertamanya adalah kami ingin menciptakan kepala sekolah dan guru SMK yang punya inovasi untuk berani berubah. Bikin kreativitas, punya ide, bikin terobosan, baru dikasih duit untuk bikin gedung dan beli alat. Artinya apa, kalau kepala sekolahnya itu zona nyaman, maksudnya dalam tanda kutip kepala sekolah itu harus gila ide kreatif,” katanya di sela-sela kunjungan di SMK N 1 Kalasan, Sleman, Minggu (14/3/2021).

Kunjungannya ke SMKN 1 Kalasan untuk meresmikan fasilitas teaching factory berupa sebuah kafe serta fasilitasnya yang diberikan melalui program SMK CoE. Selain mengecek kesiapan sekolah, ia mengajak semua pihak terutama kepala sekolah dan guru untuk berfikir bersama agar fasilitas teaching factory ini memberikan manfaat dan berkelanjutan.

“Berarti harus berfikir bagaimana secara market akan perform, bagaimana ikut menajdi marketing dan menjual fasilitas ini. Kalau di SMK N 1 Kalasan ada edutel 12 kamar, kafe, ruangan meeting,” ujarnya.

BACA JUGA : Mantap, Pemerintah Indonesia Buka SMK di Luar Negeri

Wikan menambahkan SMK yang ditunjuk sebagai pusat keunggulan diberikan dana dari pemerintah dengan nilai antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. Pada SMK mesin jumlahnya mungkin lebih besar karena harus membeli alat dengan nilai mencapai miliaran. Pendanaan diberikan selama tiga tahun. Bagi SMK yang sudah diberikan pada 2020, maka pada 2021 dan 2022 jika mengajukan, tetap akan diberikan namun jumlahnya lebih kecil.

“Jadi tidak hanya setahun dikasih lalu ditinggal, kami ingin maksimal tiga tahun, dikasih dana lalu dua tahun dipastikan teaching factory-nya link and match dengan industri jalan atau tidak,” katanya.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menyatakan, DIY terus mengupayakan link and match antara SMK dengan industri sehingga lulusan bisa menguasai kompetensi sesuai jurusannya. Program CoE tersebut sangat membantu SMK, karena keberadaan fasilitas yang diberikan menjadi praktik para siswa untuk bisa bekerja secara langsung.

BACA JUGA : Catat! Para Siswa Jangan Masuk SMK karena Terpaksa

“Untuk DIY ada empat SMK yang menjadi pusat keunggulan, ada SMK N 1 Kalasan, SMK N 6 Jogja, SMK N 1 Sewon dan SMKN 4 Jogja. SMK ini akan mengajukan lagi untuk COE di 2021 selain itu beberapa SMK akan mengajukan untuk yang baru,” ujarnya.