Sering Dituding Antek China, Ini Jawaban Luhut

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di kota Tengchong, Provinsi Yunnan Tiongkok barat daya (9/10 - 2020). Istimewa
10 Maret 2021 23:27 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal tudingan beberapa yang sering menyebutnya sebagai antek negara China.

Pernyataan tersebut diungkapkan Luhut saat Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT 2021 pada Selasa (9/3/2021). Awalnya, Luhut bercerita bahwa perekonomian pada akhir dekade 2020 kurang baik akibat pandemi Covid-19 serta ketegangan perang dagang antara AS-China.

"Saya punya hubungan dengan mereka bagus sekali. Dulu ada yang bilang saya ini antek China. Dalam hati saya bilang, nenek kau antek China. Emang lu bisa beli gue?" ujar Luhut dalam video yang disiarkan oleh Youtube channel BPPT TV seperti dikutip, Rabu (10/3/2021).

Jenderal Purnawirawan TNI AD tersebut mengungkapkan alasan dirinya dekat dengan pemerintahan Presiden Xi Jinping. Luhut tak menampik dia memang memiliki hubungan erat dengan pemerintah China saat ini.

Dia mengaku akan dekat dengan negara manapun yang bisa memberikan keuntungan bagi perkembangan Indonesia.

"Saya dayang bersama Tiongkok [China]. Mereka sangat generous memberikan teknologinya kepada kita. Sampai hari ini, apa saja yang kita minta mereka mau [memberinya]," ujar Luhut.

Karena itu, Luhut meminta agar BPPT bisa memanfaatkan kedekatan Indonesia-China sebagai peluang untuk transfer teknologi. Dia mengatakan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi siap mendukung pengembangan BPPT di masa depan.

Menurutnya, BPPT merupakan organisasi yang memiliki peranan penting bagi pengembangan teknologi di Indonesia.

"Kita harus ingat yang dibuat Pak Habibie [Presiden RI Kedua BJ Habibie] di BPPT. Jangan sampai ini jadi institusi yang dying. Tidak boleh BPPT ini jalan di tempat. BPPT harus diisi manusia-manusia berkualitas," ucap Luhut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia