Kontak Tembak Aparat dan Teroris Poso, Anggota Brimob Gugur

Jenazah Briptu Herlis saat dimasukkan ke dalam mobil ambulans - Antara
04 Maret 2021 11:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KENDARI - Seorang anggota polisi Briptu Herlis personel Brimob Polda Sulteng dari Kompi 4 Tolitoli yang meninggal dunia usai kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso merupakan putra daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Briptu Herlis merupakan putra daerah asal Desa Kondara, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Briptu Herlis alami pendarahan hebat usai tertembak di bagian dada sebelum dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA : BNPT Sebut Poso Basis Kelompok Teroris

Jenazah Briptu Herlis dikabarkan akan dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Kolaka Utara hari ini, Kamis (4/3/2021). Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga membenarkan informasi tersebut, namun dirinya belum bisa menjelaskan kejadian itu lebih rinci.

"Benar, besok jam 8 pagi akan diterbangkan dari Poso ke sini Sultra. Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih, jika nanti sudah ada informasi lebih lanjut baru bisa kita sampaikan,” ujarnya dikutip dari Antara.

Kontak tembak antara polisi/TNI dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kembali terjadi pada Rabu sekitar pukul 16.00 Wita.

Dari informasi kepolisian, kontak tembak terjadi di sekitar pegunungan kilo tujuh, Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.

Akibat kontak tembak tersebut, satu orang personel kepolisian meninggal dunia yakni Briptu Herlis, anggota Brimob Polda Sulteng.

BACA JUGA : Teroris MIT Bunuh Warga Sigi, Muhammadiyah: Ini Bukan

"Satu orang anggota gugur atas nama Briptu Herlis," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, di Palu, Rabu.

Menurut Didik, kontak tembak ini masih berkaitan dengan kontak tembak terjadi pada Senin (1/3), yang mengakibatkan dua DPO MIT dan satu anggota TNI meninggal dunia.

"Ia, ini masih ada kaitannya dengan kontak tembak kemarin [Senin, 1/3] yang personil melakukan penyisiran," jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia