Bansos Tunai Tahap II Mulai Didistribusikan

Penyaluran bantuan sosial tunai. - Istimewa
22 Februari 2021 17:17 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Ketua Tim Pelaksana Program Bantuan Sosial Tunai (BST) PT Pos Indonesia (Persero), Haris, menyebut bantuan sosial tersebut telah mulai didistribusikan.

Secara nasional penyaluran dana BST tahap 2 2021 per 19 Februari sudah mencapai 70 persen.

"Tahap kedua ini, [secara jumlah penerima] sudah diserahkan kepada lebih 6 juta penerima," katanya mengutip keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).

Haris mengungkapkan, di beberapa provinsi, distribusi BST tahap II sudah mencapai 90 persen seperti Jawa Timur dan NTB.

“Kita terus dorong untuk unit-unit Kantor Pos di daerah untuk bekerja maksimal dalam pendistribusiannya. Tidak ada hari libur, sesuai arahan dari Mensos,” kata Haris.

Total penerima Bantuan Sosial Tunai tahap ini sebanyak 9,5 Juta KPM dengan total anggaran yang akan disalurkan Rp 2,8 triliun.

“Agar sesuai target, Pos Indonesia lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan pengantaran langsung secara door to door dan memperbanyak tempat penyaluran di kantor desa, sekolah, rukun warga (RW) atau lokasi yang mudah diakses Keluarga Penerima Manfaat ( KPM),” lanjutnya.

Sementara itu penyaluran BST Tahap I telah mencapai 97 persen. BST tersebut telah didistribusikan ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7094 Kecamatan, dan 83.447 desa.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Sosial menjalankan program bantuan sosial di tengah pandemi pada awal 2021. BST akan menyasar 10 juta masyarakat tidak mampu di 33 Provinsi di Indonesia.

Bantuan Sosial Tunai tersebut akan dilaksanakan selama empat bulan dari januari hingga april 2021 dengan nilai sebesar Rp300.000 per bulan per kepala keluarga.

Adapun selain BST, pemerintah telah meluncurkan dua bantuan tunai lain, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Pemerintah telah menyiapkan anggaran di tahun 2021 sebesar Rp110 Triliun untuk bantuan sosial bagi seluruh penerima di 34 provinsi di Indonesia dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi Covid-19 serta menggerakkan ekonomi nasional.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia