Jateng Diklaim Bebas Zona Merah Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 di lantai 2 Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/2/2021). - Dok Pemprov Jateng
15 Februari 2021 17:17 WIB Alif Nazzala R. News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Kasus penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah terus menurun. Bahkan status 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah turun dari zona merah menjadi zona oranye.

Hal tersebut tidak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19. Mulai dari Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, percepatan vaksinasi hingga Gerakan "Jateng Di Rumah Saja" selama dua hari.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa tidak ada zona merah di Jawa Tengah dan turun menjadi oranye. Kondisi tersebut karena kasus Covid-19 terus turun.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diterimanya, zonasi empat minggu terakhir hingga 7 Februari 2021. Yakni 18-24 Januari yang masuk zona merah di antaranya Grobogan, Klaten, Kota Semarang dan Kendal. Sedangkan 25-31 Januari zona merah meliputi Kendal, Karanganyar, Cilacap, Blora dan Kebumen. Namun, angka terus menurun hingga 1-7 Februari 2021, Jawa Tengah tidak ada zoba merah.

Tren bulanan Covid-19 di Jawa Tengah Januari mengalami penurunan menjadi 28.189 dari Desember yang mencapai 30.948. Sedangkan tren mingguan hingga 14 Februari 2021 juga turun. Terakhir di angka 4.721. Padahal di minggu sebelumnya (M56) mencapai 5.530.

"Iya, hari ini kabarnya bagus, kalau kita lihat gambar terakhir sekarang tidak ada lagi zona merah, semuanya oranye, tapi kuningnya belum. Makin hari, makin turun. Angka terkonfirmasi turun dan angka kematian juga turun. Ini bagus," ujarnya usai Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 di lantai 2 Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/2/2021).

Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua, Ganjar juga mengaku bahwa Jawa Tengah tertinggi di Indonesia. Hanya saja, vaksinasi tahap pertama perlu digenjor karena ada sebagian daerah yang belum selesai.

"Dan vaksinasi tahap kedua, Jateng tertinggi di Indonesia. Dan yang tahap pertama perlu digenjot lagi," lanjutnya.

Ke depan, pihaknya telah menyiapkan skenario vaksinasi yang diambil dari keputusan rapat bersama pihak-pihak terkait. Yakni dengan empat metode, titik pelaksanaan, cold chain, dan segala peralatan yang diperlukan.

"Sekarang kita telah menyiapkan empat metode, kira-kira titiknya dimana saja, cold chain ada atau tidak apalagi nanti vaksin ada beberapa jenis yang membutuhkan suhu. Bahkan suhunya minusnya banyak sekali," ungkapnya.

Disinggung terkait gerakan "Jateng Di Rumah Saja", Ganjar menyebut bahwa gerakan tersebut cukup efektif menurunkan angka kasus Covid-19 hingga 40-50 persen.

"Dua hari di rumah saja turunnya luar biasa 40-50 persen lebih. Lihat grafiknya ada penurunan, tren mingguan juga turun. Bahkan beberapa rumah sakit menutup isolasi. Ini menunjukkan optimisme kita," tegas Ganjar.

Ganjar menerangkan, saat ini pihaknya menyiapkan skenario vaksinasi dan PPKM untuk menjaga tren positif.

"Sementara kalau terjadi penurunan, PPKM efektif yang di tempat itu saja. Belum berpikir ke sana (Jateng Di Rumah Saja). Tapi kalau terjadi peningkatan bukan tidak mungkin kita lakukan," katanya. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia