Advertisement
Stok Dosis untuk Vaksinasi Covid-19 Nasional Belum Pasti
Sejumlah tenaga kesehatan mendapatkan vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia memerlukan 100 juta vaksin untuk program Vaksinasi Nasional. Pemerintah belum berhasil memastikan persediaan vaksin tersebut. Namun demikian, belum tersedianya vaksin tersebut dikatakan tidak mengubah skema program vaksinasi yang disusun pemerintah.
Juru Bicara pemerintah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penanganan pandemi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi mengatakan program Vaksinasi Nasional masih sesuai dengan jadwal, terutama setelah sejauh ini belum ada laporan serius terkait dengan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).
Advertisement
Pemerintah pun masih menunggu rampungnya proses negosiasi yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) dengan produsen global. Nadia mengatakan pemerintah melalui Bio Farma menjadi importir tunggal dalam pengadaan vaksin di Tanah Air.
Baca juga: Begini Cara Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Rumah
"Pemerintah melalui Bio Farma menjadi importir tunggal dalam proses pengadaan vaksin di Tanah Air untuk mencegah masuknya vaksin palsu," ujar Nadia, Rabu (10/2/2021).
Untuk diketahui, proses negosiasi antara Bio Farma dan produsen vaksin global yang masih berlangsung sejauh ini belum menemukan titik terang mengenai kepastian kapan ketersediaan 100 juta vaksin bisa dipastikan terealisasi di Indonesia.
Selain itu, pemerintah memastikan bahwa pengadaan vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong tidak akan mengubah rencana yang sudah disusun pemerintah, termasuk tidak akan menjadi opsi dalam hal pengadaan vaksin.
Baca juga: Jangan Sampai Kelewatan! Ini Syarat Terbaru Perjalanan Naik Pesawat
Pasalnya, kata Nadia, merek vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong beda dengan yang didatangkan oleh pemerintah. Adapun, merek vaksin yang didatangkan pemerintah adalah CoronaVac buatan Sinovac, Novavax, AstraZaneca, Pfizer, dan Moderna.
Sementara itu, oelaku usaha telah melakukan komunikasi sejak Oktober 2020 dengan beberapa produsen, antara lain AstraZaneca, Pfizer BioNTech, Moderna, dan salah satu yang tidak masuk ke dalam radar pemerintah, yakni Sputnik dari Rusia.
"Vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong ini mereknya berbeda dengan yang didatangkan oleh pemerintah," kata Nadia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KA Prameks Kutoarjo Jogja Operasikan Empat Perjalanan pada Jumat
- Jenazah Bos Jarum Akan Disemayamkan di Jakarta dan Kudus
- Kampanye Keselamatan, Komisi A DPRD DIY Ajak Pemudik Cek Kendaraan
- Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Meluber hingga Sekitar Alun-Alun
- Salat Id di Gumuk Pasir Bantul, Umat Muslim Diajak Pererat Persatuan
- Prabowo Sentil Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar
- Polri Evaluasi Pemberlakuan One Way Nasional
Advertisement
Advertisement









