Hasil Survei Indikator: Kepuasan terhadap Jokowi Berada di Titik Terendah Sejak Juni 2016

Presiden Joko Widodo pada acara peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di Istana Negara, Jakarta, Senin 1 Februari 2021 / Youtube Setpres
08 Februari 2021 19:07 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepuasan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi berada di level 62,9 persen.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 1-3 Februari 2021.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut, bahwa tingkat kepuasan terhadap Jokowi turun lebih dari 5 persen selama setahun terakhir.

Dia juga menyebut, bahwa ini merupakan titik terendah tingkat kepuasan terhadap Jokowi sejak Juni 2016.

"Ini titik terendah tingkat kepuasan terhadap Pak Jokowi, bahkan sejak Juni 2016. Sekarang ini ya 62,9 persen," kata Burhanudin dalam rilis survei secara daring, Senin (8/2/2021).

BACA JUGA: Para Penyintas Covid-19, Ayo Donor Plasma Konvalesen!

Pada Juni 2016, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi sejumlah 67,1 persen. Tingkat kepuasan terhadap Jokowi paling rendah sempat terjadi pada Juni 2015, yakni 40,7 persen.

Adapun pada survei Februari 2021 ini tercatat terdapat 5,1 persen responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja Jokowi. Lalu, ada 57,8 persen responden lainnya yang merasa puas.

Kemudian, terdapat 33 persen responden menyampaikan ketidakpuasan, dan 2,6 persen lainnya sangat tidak puas dengan kinerja Jokowi.

Burhanudin mengatakan, bahwa Jokowi harus berhati-hati terhadap fenomena ini. Dia menilai, kepuasan publik bisa saja terus menurun jika tidak ada tindak lanjut.

Adapun, survei ini digelar pada 1-3 Februari 2021. Sampel sebanyak 1200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Burhanuddin menyebut, sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Nusantara pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.

Secara rata-rata, sekitar 70 persen di antaranya memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon sebanyak 7.604 data, dan yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1.200 responden.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

 

Sumber : Bisnis.com