Kebakaran Gunung Rinjani Meluas, 589,23 Hektare Terdampak dan Jalur Torean Ditutup
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Ilustrasi hujan lebat./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan sejumlah wilayah rawan hujan lebat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, guna memperkuat keselamatan transportasi dan aktivitas masyarakat.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan zonasi puncak musim hujan yang telah disusun BMKG untuk mendukung kesiapsiagaan lintas sektor selama momentum Nataru. Informasi ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah, pengelola transportasi, hingga masyarakat.
Menurut BMKG, puncak musim hujan di wilayah Sumatera, khususnya bagian utara hingga tengah serta Sumatera Selatan, umumnya terjadi pada Desember. Sementara itu, wilayah Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diperkirakan memasuki puncak musim hujan pada Januari 2026.
“Untuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara puncak hujan ada di Januari, sehingga ini menjadi perhatian utama dalam pengamanan periode Nataru,” kata Teuku dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
BMKG juga menempatkan personel di berbagai posko Nataru untuk melakukan pengamatan dan analisis cuaca secara intensif. Hasil pemantauan tersebut disampaikan secara berkala kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna mendukung pengambilan keputusan, khususnya terkait arus mudik dan wisata akhir tahun.
Selain potensi hujan lebat, BMKG turut memantau tinggi gelombang laut dan keselamatan penerbangan. Informasi kondisi gelombang disampaikan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai dasar penentuan operasional pelayaran, terutama di jalur penyeberangan yang ramai selama libur Nataru.
BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca untuk perjalanan darat melalui aplikasi pemantauan cuaca yang dapat diakses masyarakat. Untuk wilayah Jabodetabek, koordinasi intensif dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jakarta, BNPB, serta kementerian terkait guna mengantisipasi potensi hujan ekstrem.
Sebagai langkah mitigasi tambahan, BMKG memastikan operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan apabila diperlukan untuk mengendalikan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, gelombang tinggi, serta cuaca ekstrem lainnya selama libur Nataru, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang diprediksi memasuki puncak musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Balai TNGR mencatat sementara 589,23 hektare kawasan Gunung Rinjani terdampak kebakaran. Jalur pendakian Torean ditutup sejak 23 September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.